Banner Website
Ragam

Tradisi Lokal Menjadi Sorotan Dunia: Cian Cui Selatpanjang Memikat Wisatawan Mancanegara

30
×

Tradisi Lokal Menjadi Sorotan Dunia: Cian Cui Selatpanjang Memikat Wisatawan Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Ryota Sugai, wisatawan asal Jepang, berpose di depan papan Festival Perang Air (Cian Cui) Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Minggu (22/2/2026),/R45/AH.

Rakyat45.com, Meranti – Percikan air beterbangan di bawah langit Selatpanjang, sementara tawa ribuan orang bergema memecah siang, Minggu (22/2/2026). Festival Perang Air atau Cian Cui kembali menjelma menjadi denyut nadi kebudayaan yang bukan hanya menghidupkan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tetapi juga memikat perhatian dunia.

Jalan-jalan utama Kota Selatpanjang berubah menjadi panggung perayaan kolosal. Ember, gayung, hingga selang air menjadi properti utama dalam ritual suka cita yang sarat makna. Ribuan warga saling menyiram air sebagai simbol kebersamaan, pembauran, dan harapan baru—sebuah tradisi masyarakat Tionghoa yang telah mengakar kuat sekaligus tumbuh menjadi agenda wisata unggulan daerah.

Euforia Cian Cui kini melampaui batas lokalitas. Sejumlah wisatawan mancanegara terlihat larut dalam kemeriahan, tak sekadar mengabadikan momen lewat kamera, tetapi turut basah kuyup dalam semangat kolektif yang menyatukan semua orang tanpa sekat bahasa dan kebangsaan. Tradisi ini menghadirkan pengalaman budaya yang otentik dan menyentuh sisi emosional setiap partisipan.

Ryota Sugai, wisatawan asal Jepang, menjadi salah satu yang terpikat. Ia mengenal festival tersebut dari sang kekasih yang merupakan warga asli Selatpanjang. Baginya, Cian Cui bukan sekadar festival air, melainkan perayaan kemanusiaan yang hangat dan tulus.

“Saya sangat senang bisa ikut langsung. Semua orang terlihat bahagia dan menikmati festival ini bersama-sama,” ungkapnya, dengan wajah sumringah di tengah guyuran air yang tak henti mengalir.

Kehadiran wisatawan asing menjadi sinyal kuat bahwa kekayaan budaya Kepulauan Meranti memiliki daya resonansi internasional. Cian Cui tampil sebagai magnet pariwisata yang bukan hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat citra daerah dalam peta promosi wisata nasional hingga global.

Festival Perang Air Selatpanjang pada akhirnya berdiri sebagai pernyataan bahwa tradisi lokal, ketika dirawat dengan kebanggaan dan konsistensi, mampu menembus panggung dunia. Setiap tahun, Cian Cui bukan hanya dinanti warga Meranti, melainkan semakin kokoh sebagai perayaan budaya yang mengundang dunia untuk datang, merasakan, dan berbagi kegembiraan.**