Rakyat45.com, Bengkalis – Dari balik tembok pembinaan, semangat produktivitas terus tumbuh menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis membuktikan hal tersebut melalui panen 266 kilogram ikan patin hasil budidaya warga binaan, Rabu (08/04), sebagai langkah konkret mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen yang berlangsung di area kolam asimilasi Lapas itu tidak hanya menjadi hasil pembinaan kemandirian, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pemberdayaan warga binaan dalam menghasilkan produk yang bernilai guna.
Sebanyak 200 kilogram ikan disalurkan kepada Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara 66 kilogram lainnya diberikan kepada vendor Bama untuk memenuhi kebutuhan protein warga binaan di dalam Lapas.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bengkalis, David Susilo, mengatakan seluruh hasil budidaya telah melalui pengawasan ketat agar memenuhi standar kualitas sebelum didistribusikan.
“Panen 266 kilogram ini menjadi bukti bahwa program kemandirian yang dijalankan memiliki kualitas yang baik dan mampu memberi manfaat luas. Kami memastikan seluruh hasil panen dalam kondisi segar dan siap disalurkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya. Hasil kerja keras mereka kini tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan internal lembaga pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa capaian ini merupakan wujud pembinaan yang berorientasi pada produktivitas dan kebermanfaatan.
“Kami bangga hasil kerja warga binaan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian dari dalam Lapas untuk mendukung kesejahteraan bersama dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus memperkokoh komitmennya sebagai lembaga pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga melahirkan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan sosial.**












