Nasional

IOM Ajak Nelayan Bantan Cegah Penyelundupan Manusia, 500 Mangrove Ditanam di Pantai Selat Baru

18
×

IOM Ajak Nelayan Bantan Cegah Penyelundupan Manusia, 500 Mangrove Ditanam di Pantai Selat Baru

Sebarkan artikel ini
IOM Ajak Nelayan Bantan Cegah Penyelundupan Manusia, 500 Mangrove Ditanam di Pantai Selat Baru
Duta Migrasi Aman International Organization for Migration (IOM) Kecamatan Bantan bersama Pemerintah Kecamatan Bantan menggelar Kampanye Publik Migrasi Aman dan Pencegahan Penyelundupan Manusia, Sabtu (29/11/2025)./R45/md

Rakyat45.com, Bengkalis – Duta Migrasi Aman International Organization for Migration (IOM) Kecamatan Bantan bersama Pemerintah Kecamatan Bantan menggelar Kampanye Publik Migrasi Aman dan Pencegahan Penyelundupan Manusia, Sabtu (29/11/2025), di Pantai Indah Selat Baru. Kegiatan ini mengangkat tema “Aku Pelaut Bukan Penyelundup: Melaut dengan Aman, Taat Aturan”.

Tidak hanya mengedukasi masyarakat pesisir, kampanye tersebut juga dirangkaikan dengan aksi penanaman 500 bibit mangrove jenis Api-Api. Penanaman dilakukan oleh nelayan, masyarakat pesisir, mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, hingga jajaran pemerintah setempat.

Kegiatan dipimpin langsung Camat Bantan Rafli Kurniawan, perwakilan Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis Sigit Adi Nugroho, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bengkalis Sofyan, aparat kepolisian, serta Duta IOM Bengkalis–Bantan Samsul Bahri. Sebanyak 23 kepala desa dan penjabat kepala desa se-Kecamatan Bantan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Camat Bantan Rafli Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada IOM Indonesia yang telah memilih Kecamatan Bantan sebagai lokasi kampanye migrasi aman.

“Sebagian besar masyarakat Bantan menggantungkan hidup dari laut. Karena itu, pengetahuan tentang bahaya penyelundupan manusia, narkoba, dan aktivitas ilegal di laut sangat penting untuk terus disampaikan,” ujar Rafli.

Ia berharap kampanye ini dapat menekan potensi pelanggaran hukum di wilayahnya.

“Dengan adanya Duta Migrasi Aman di Kecamatan Bantan—satu-satunya di Riau—kami yakin upaya pencegahan penyelundupan orang dan narkoba bisa semakin efektif,” tambahnya.

Ketua Duta IOM Bengkalis–Bantan, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa IOM sebagai organisasi internasional di bawah PBB telah lama bekerja mendampingi pemerintah dalam tata kelola migrasi.

Samsul menegaskan bahwa program kampanye ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko migrasi ilegal serta mengajak nelayan menjadi bagian dari pencegahan.

“Kami berencana membawa kampanye ini ke tingkat kabupaten. Kami juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung dan ikut menyuarakan migrasi aman,” ujarnya.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bengkalis, Sofyan, mengungkapkan bahwa ribuan kapal nelayan yang terdaftar di Bengkalis berpotensi disusupi aktivitas ilegal apabila tidak diawasi.

“Tidak jarang ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk penyelundupan manusia atau narkoba. Karena itu, kami minta para nelayan tidak mudah tergiur imbalan yang menyesatkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh nelayan melengkapi dokumen resmi sebelum melaut.

Perwakilan Imigrasi Kelas II PI Bengkalis, Sigit Adi Nugroho, menegaskan pentingnya kepemilikan paspor dan dokumen resmi bagi warga yang hendak bepergian ke luar negeri.

“Jika berangkat secara ilegal, negara tidak bisa membantu ketika terjadi masalah di negara tujuan. Karena itu, pastikan semua dokumen resmi lengkap,” jelasnya.

Kegiatan kampanye ditutup dengan penanaman 500 bibit mangrove di pesisir Pantai Indah Selat Baru. Aksi ini menjadi simbol upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus mengajak nelayan merawat lingkungan laut tempat mereka mencari nafkah.

Kampanye berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, nelayan, hingga mahasiswa yang hadir.***