Bengkalis, Rakyat45.com – Bagi masyarakat pesisir Bengkalis, penyeberangan RoRo Air Putih–Sungai Selari bukan sekadar lintasan antarwilayah. Ia adalah jalur vital yang menggerakkan roda ekonomi, memperlancar distribusi logistik, serta menopang mobilitas harian warga. Kesadaran akan peran strategis inilah yang mendorong Bupati Bengkalis Kasmarni turun langsung ke lapangan untuk memastikan layanan penyeberangan berjalan aman, tertib, dan berorientasi pada kepentingan publik. Selasa (6/1/2026),
Bupati Kasmarni memulai rangkaian peninjauan dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis. Di sana, ia tidak sekadar menerima laporan administratif, tetapi mencermati secara detail kesiapan sistem, inovasi layanan, serta berbagai tantangan teknis yang dihadapi dalam pengelolaan penyeberangan RoRo.
Kunjungan tersebut disambut langsung Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis, Ardiansyah, bersama jajaran.
Dalam pemaparannya, Ardiansyah menjelaskan bahwa Dishub Bengkalis telah menerapkan sistem elektronik pengukuran tonase kendaraan, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan ketertiban penyeberangan.
“Setiap kendaraan yang akan menyeberang kini terdeteksi otomatis melalui layar monitor di kantor Dishub. Jika tonase melebihi batas yang ditentukan, sistem akan memberikan peringatan berupa alarm,” jelas Ardiansyah.
Kendaraan dengan muatan berlebih, lanjutnya, tidak diperkenankan melanjutkan proses penyeberangan sebelum dilakukan penyesuaian. Kebijakan ini dinilai krusial, tidak hanya untuk meminimalkan risiko kecelakaan, tetapi juga untuk menjaga kondisi teknis kapal agar tetap optimal.
Selain pengawasan tonase, Dishub Bengkalis juga memperkuat kontrol lapangan melalui pemasangan kamera CCTV di sejumlah titik strategis. Sistem ini memungkinkan pemantauan volume kendaraan secara real time, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan cepat saat terjadi lonjakan antrean.
Inovasi lain yang tengah dikebut adalah penerapan sistem E-Ticketing, yang ditargetkan mulai beroperasi sebelum Lebaran 2026. Menariknya, aplikasi ini dikembangkan oleh putra-putri daerah Bengkalis melalui Politeknik Negeri Bengkalis, dengan desain yang disesuaikan kebutuhan operasional Dishub.
“Sistem ini memang masih terus kami sempurnakan. Jika nantinya sudah terintegrasi secara penuh, kami berharap Ibu Bupati berkenan melaunching sistem ini secara resmi,” ujar Ardiansyah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kasmarni menegaskan bahwa setiap inovasi harus berdampak nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar pembenahan layanan RoRo tidak berhenti pada aspek teknologi semata, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pengguna jasa.
“Tujuan utama kita adalah pelayanan publik yang berkualitas. Jangan sampai masih ada keluhan berulang, antrean tidak tertib, atau sistem yang justru menyulitkan masyarakat,” tegasnya.
Selain fokus pada peningkatan pelayanan, Bupati Kasmarni juga mendorong Dishub serta perangkat daerah terkait untuk melakukan kajian komprehensif terhadap potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor transportasi, tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan keteraturan.
“Peluang PAD tentu ada, seperti jasa parkir inap kendaraan dan potensi lainnya. Namun semuanya harus dikaji secara matang, ditata dengan baik, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Usai dari Kantor Dishub, Bupati Kasmarni melanjutkan peninjauan langsung ke Dermaga RoRo Air Putih. Di lokasi tersebut, ia melihat dari dekat operasional KMP Sereia Domar yang tengah bersandar, sekaligus berdialog dengan petugas lapangan untuk memastikan standar pelayanan berjalan sesuai ketentuan.
Dengan armada RoRo yang kini berjumlah lima kapal, Bupati Kasmarni optimistis kelancaran arus penyeberangan dapat terus ditingkatkan, kemacetan dapat dihindari, dan penumpukan kendaraan dapat diurai secara bertahap.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat pengguna RoRo. Gunakan fasilitas ini dengan tertib, semoga seluruh proses penyeberangan berjalan aman, lancar, dan nyaman,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kasmarni turut didampingi Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bengkalis Ed Effendi, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.












