Ekonomi

Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025, Produksi Beras Cetak Rekor Sejarah

46
×

Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025, Produksi Beras Cetak Rekor Sejarah

Sebarkan artikel ini
Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025, Produksi Beras Cetak Rekor Sejarah
Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (R45/BPMI Setpres)

Rakyat45.com, Jakarta – Indonesia resmi memasuki babak baru kemandirian pangan nasional. Pada tahun 2025, pemerintah berhasil mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari rencana awal, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi produksi dan cadangan beras sepanjang sejarah.

Pengumuman capaian tersebut disampaikan dalam agenda Panen Raya Nasional dan Deklarasi Swasembada Pangan 2025 yang dipusatkan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Acara ini menandai keberhasilan Indonesia mengamankan kebutuhan pangan tanpa bergantung pada impor.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan kunci utama ketahanan negara. Ia menyebut ketergantungan impor sebagai ancaman serius bagi kedaulatan bangsa.

“Pangan adalah urusan hidup rakyat. Jika negara tidak mampu menjamin ketersediaannya, maka kedaulatan itu rapuh,” tegas Presiden di hadapan petani dan jajaran pemerintah.

Capaian swasembada pangan 2025 ditopang oleh lonjakan produksi beras nasional yang mencapai 34,71 juta ton, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menghasilkan surplus lebih dari 3,5 juta ton, sehingga Indonesia sama sekali tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.

Dari sisi cadangan nasional, Perum Bulog mencatat stok beras akhir tahun mencapai 3,24 juta ton, bahkan sempat menembus 4,2 juta ton, angka tertinggi sejak sistem pengelolaan stok pangan diberlakukan. Kondisi tersebut memberikan jaminan kuat terhadap stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.

Keberhasilan ini juga membawa dampak langsung bagi kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) sepanjang 2025 berada di angka 125,35, tertinggi dalam seperempat abad terakhir. Capaian ini mencerminkan meningkatnya pendapatan dan daya beli petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, sektor pertanian Indonesia juga menunjukkan performa ekspor yang solid. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp629,7 triliun, tumbuh lebih dari 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah menegaskan bahwa swasembada pangan bukan tujuan akhir, melainkan fondasi menuju kemandirian ekonomi yang lebih luas. Fokus ke depan diarahkan pada penguatan produksi berkelanjutan, diversifikasi komoditas strategis, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi petani dan masyarakat pedesaan.

Dengan capaian ini, Indonesia dinilai berada di jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan nasional dan menjadikan sektor pangan sebagai pilar utama pembangunan jangka panjang.***