Peristiwa

Warga Sungai Apit Siak Berhadapan dengan Harimau Sumatera, BBKSDA Turun Tangan

38
×

Warga Sungai Apit Siak Berhadapan dengan Harimau Sumatera, BBKSDA Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Warga Sungai Apit Siak Berhadapan dengan Harimau Sumatera, BBKSDA Turun Tangan
Ilustrasi: Warga Sungai Apit Siak Berhadapan dengan Harimau Sumatera, BBKSDA Turun Tangan. (R45/Kecerdasan AI)

Rakyat45.com, Siak – Ancaman konflik antara manusia dan satwa liar kembali menghantui Kabupaten Siak. Seorang warga Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, mengaku mengalami perjumpaan langsung dengan Harimau Sumatera di sekitar kawasan perkebunan sawit, Kamis malam (8/1/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat warga bernama Zulfikar melintas di area perkebunan milik Koperasi Tinera Jaya.

Kejadian itu langsung memicu kewaspadaan warga dan mendapat respons cepat dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

BBKSDA Riau memastikan telah melakukan verifikasi di lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan tim lapangan menemukan jejak kaki Harimau Sumatera yang masih tergolong baru.

“Jejak berukuran sekitar 12 sentimeter ditemukan di areal kebun sawit, menandakan satwa tersebut memang melintas di kawasan aktivitas warga,” kata Ujang, Sabtu (10/1/2026).

Lokasi temuan berada di sekitar koordinat 1,047200 LU dan 102,155600 BT, yang diketahui berdekatan dengan permukiman dan jalur aktivitas masyarakat.

Berdasarkan hasil penelusuran, Ujang menjelaskan bahwa Zulfikar saat itu sedang menyusul dua rekannya yang lebih dahulu berada di lokasi untuk memancing.

Dalam perjalanan, ia merasakan ada pantulan cahaya mata dari kejauhan yang mengarah kepadanya.

Awalnya, Zulfikar mengira sorot mata tersebut berasal dari ternak warga. Namun setelah disinari dengan senter, tampak seekor Harimau Sumatera berdiri di seberang parit dengan jarak sekitar empat meter.

“Menyadari situasi berbahaya, saksi langsung menjauh dan mencari tempat aman,” jelas Ujang.

Zulfikar kemudian bersembunyi di pondok pekerja dan memperingatkan rekannya agar menghentikan aktivitas serta menjauh dari lokasi.

BBKSDA Riau menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan serangan harimau terhadap manusia. Pihaknya meluruskan kabar yang sempat beredar terkait adanya warga yang diterkam.

“Yang terjadi adalah perjumpaan, bukan penyerangan. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat satwa,” tegas Ujang.

Ia juga membantah isu keberadaan sapi di lokasi kejadian saat perjumpaan berlangsung.

Hasil penelusuran lanjutan menunjukkan jejak harimau mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) yang berjarak sekitar empat kilometer dari titik awal perjumpaan. Berdasarkan analisis lapangan, BBKSDA memperkirakan hanya satu individu harimau yang melintas.

Sebagai langkah pencegahan, BBKSDA Riau bersama aparat desa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar perkebunan dan kawasan berbatasan dengan hutan.

Warga diminta menghindari aktivitas sendirian serta membatasi kegiatan pada jam-jam rawan, khususnya pagi, sore, dan malam hari.

BBKSDA Riau memastikan pemantauan akan terus dilakukan dan meminta masyarakat segera melapor jika kembali menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya mitigasi konflik manusia dan satwa liar di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat alami harimau.***