Daerah

Jalan Rusak Dampak Proyek Tol, Pemkab Sleman Turun Tangan Perbaiki Ruas Tempel-Klangon

30
×

Jalan Rusak Dampak Proyek Tol, Pemkab Sleman Turun Tangan Perbaiki Ruas Tempel-Klangon

Sebarkan artikel ini
Jalan Rusak Dampak Proyek Tol, Pemkab Sleman Turun Tangan Perbaiki Ruas Tempel-Klangon
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman serta PT Adhi Karya meninjau progres perbaikan ruas jalan yang selama ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. (R45/Agus)

Rakyat45.com, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman merespons keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di wilayah Tempel dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan berlubang di Dusun Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kecamatan Tempel, Senin (12/1).

Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman serta PT Adhi Karya meninjau progres perbaikan ruas jalan yang selama ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Kerusakan jalan tersebut disinyalir diperparah oleh tingginya aktivitas kendaraan bertonase berat yang melintas, seiring berlangsungnya proyek strategis pembangunan Tol Jogja-Bawen. Kondisi ini memicu banyak lubang jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan. Perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam sebagai langkah darurat demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa meskipun ruas jalan Tempel–Klangon berada di bawah kewenangan Pemerintah Daerah DIY, Pemkab Sleman tetap hadir membantu penanganan di lapangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda DIY karena status jalan ini memang jalan provinsi. Namun karena berada di wilayah Sleman dan digunakan masyarakat setiap hari, maka kami tetap bertanggung jawab untuk ikut memperbaiki,” ujar Harda.

Ia menambahkan, langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sembari menunggu penanganan permanen dari pihak berwenang.

Sementara itu, Lurah Banyurejo, Saparjo, mengungkapkan bahwa kondisi jalan rusak telah lama menjadi keluhan warga. Situasi semakin berbahaya saat hujan karena lubang jalan tertutup genangan air.

“Kami memahami adanya proyek besar seperti tol yang menyebabkan beban jalan meningkat. Namun kondisi ini jelas berisiko bagi warga,” katanya.

Saparjo mengapresiasi langkah cepat Pemkab Sleman dan PT Adhi Karya yang turun langsung memperbaiki jalan tanpa memperdebatkan kewenangan sektoral.

Ke depan, ia berharap Pemerintah Daerah DIY bersama PT Adhi Karya sebagai kontraktor pembangunan Tol Jogja–Bawen dapat segera melakukan perbaikan menyeluruh dan permanen pada ruas Tempel–Klangon agar tidak terus menjadi titik rawan kecelakaan.***