Banner Website
Daerah

Ditekan Massa, New Paragon Pekanbaru Resmi Ditutup Malam Hari

43
×

Ditekan Massa, New Paragon Pekanbaru Resmi Ditutup Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Ditekan Massa, New Paragon Pekanbaru Resmi Ditutup Malam Hari
orum Masyarakat Riau Anti Maksiat (FORMARAM) berhasil menghentikan operasional New Paragon KTV Pool and Cafe di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Senin (2/2/2026) malam. /R45/MD

Rakyat45.com, Pekanbaru – Tekanan massa akhirnya berbuah hasil. Forum Masyarakat Riau Anti Maksiat (FORMARAM) berhasil menghentikan operasional New Paragon KTV Pool and Cafe di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Senin (2/2/2026) malam. Penutupan dilakukan sekitar pukul 22.01 WIB setelah mendapat persetujuan langsung dari Wali Kota Pekanbaru.

Penutupan tersebut menjadi puncak dari aksi panjang penolakan masyarakat terhadap keberadaan New Paragon yang dinilai sarat pelanggaran norma agama, adat Melayu, serta aturan perizinan. Massa menilai tempat hiburan malam itu telah lama meresahkan warga sekitar.

Aksi penutupan dilakukan dengan cara menggembok seluruh akses masuk gedung, mulai dari pintu utama, pintu samping, hingga pagar yang menghadap langsung ke Jalan Sultan Syarif Kasim. Massa memastikan tidak ada lagi aktivitas yang dapat berlangsung di dalam bangunan tersebut.

Langkah penggembokan dilakukan setelah tokoh masyarakat Azlaini Agus menerima pesan WhatsApp dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang menyatakan bahwa operasional New Paragon dihentikan pada malam itu juga. Pesan tersebut kemudian diumumkan kepada massa aksi di lokasi.

Sebelum adanya kepastian dari Wali Kota, massa sempat bersiap melakukan penutupan paksa. Ketegangan sempat terjadi usai ratusan peserta aksi menunaikan salat Isya berjemaah di badan jalan tepat di depan New Paragon sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap praktik maksiat.

Setelah memasuki area gedung, massa meminta seluruh aparat keamanan keluar dari lokasi, termasuk kendaraan taktis seperti water cannon dan mobil rantis yang sebelumnya disiagakan. Beberapa kendaraan dinas pun dipindahkan ke luar area.

Massa kemudian melakukan pengecekan ke dalam gedung karena masih ditemukan sejumlah karyawan di dalam. Pintu pertama yang digembok adalah pintu Paragon Cafe, disusul pintu-pintu lain di seluruh sisi bangunan. Sejumlah karyawan diminta keluar sambil menunggu gembok tambahan didatangkan ke lokasi.

Usai memastikan seluruh akses tertutup rapat, massa aksi mulai membubarkan diri. Namun FORMARAM memberikan peringatan keras bahwa tindakan serupa akan dilakukan terhadap tempat hiburan malam lain di Pekanbaru jika terbukti melanggar norma agama, adat, dan hukum yang berlaku.

Koordinator aksi FORMARAM, Sofyan Hadi, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru dan aparat keamanan karena telah merespons tuntutan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Wali Kota Pekanbaru dan aparat. Malam ini New Paragon resmi ditutup karena dinilai sebagai tempat maksiat yang meresahkan masyarakat,” tegas Sofyan.

Ia menegaskan bahwa penutupan tersebut merupakan aspirasi murni warga, khususnya masyarakat sekitar lokasi, yang sudah lama merasa terganggu dengan aktivitas New Paragon.

“Tidak ada ruang untuk maksiat di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru. Ini bertentangan dengan syariat Islam dan nilai adat Melayu yang menjadi jati diri daerah,” pungkasnya.

Dalam aksi tersebut, sejumlah tokoh turut hadir dan menyaksikan langsung proses penutupan, di antaranya mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Azlaini Agus, Ade Hartati, serta tokoh agama dan masyarakat.***