Banner Website
Daerah

Festival Perang Air 2026 Kembali Semarakkan Selatpanjang, Ini Rangkaian Agenda Budayanya

18
×

Festival Perang Air 2026 Kembali Semarakkan Selatpanjang, Ini Rangkaian Agenda Budayanya

Sebarkan artikel ini
Warga dan wisatawan larut dalam kemeriahan Festival Perang Air di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Foto diambil pada 2025 dan kembali diabadikan, Jumat (6/2/2026)./R45/Alfin.

Meranti, Rakyat45.com – Kepulauan Meranti kembali bersiap menyambut Festival Perang Air 2026, agenda budaya dan pariwisata unggulan yang akan dipusatkan di Selatpanjang. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan perhelatan ini tetap menjadi ruang perayaan tradisi, hiburan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Festival dijadwalkan berlangsung hampir sepekan, mulai 17 hingga 22 Februari 2026. Selama periode tersebut, Selatpanjang akan menjadi titik temu masyarakat lokal dan wisatawan dalam suasana kegembiraan dan kebersamaan yang telah mengakar sebagai tradisi turun-temurun masyarakat Meranti.

Berdasarkan jadwal panitia, perang air massal akan digelar setiap hari pada 17–22 Februari 2026 pukul 14.00–17.00 WIB. Selain agenda utama, berbagai kegiatan pendukung turut disiapkan, termasuk Perang Air Night Carnival pada 20–22 Februari 2026 mulai pukul 21.30 WIB, yang menampilkan pawai malam dan hiburan rakyat bernuansa khas Meranti.

Panitia juga menggelar Bazar Kuliner sepanjang festival berlangsung, menghadirkan aneka makanan khas Kepulauan Meranti sekaligus memberi ruang promosi bagi UMKM lokal.

Agenda Seribu Cangkir Kopi dijadwalkan pada 21 Februari 2026 pukul 22.00 WIB, sementara Photography Contest akan berlangsung pada 17–20 Februari 2026 untuk mengabadikan momen terbaik festival.

Pemerintah daerah berharap Festival Perang Air tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian lokal. Panitia mengingatkan jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu dan akan diumumkan melalui kanal resmi Dinas Pariwisata Kepulauan Meranti.

Festival Perang Air Resmi Masuk KEN 2026

Pengakuan nasional terhadap Festival Perang Air semakin menegaskan posisinya sebagai event strategis pariwisata. Festival Perang Air Kabupaten Kepulauan Meranti secara resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.

Dengan status tersebut, Festival Perang Air tidak lagi sekadar agenda lokal, melainkan menjadi bagian dari kalender promosi pariwisata nasional yang akan dipublikasikan oleh Kementerian Pariwisata kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Dalam keputusan tersebut, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari seluruh Indonesia sebagai KEN 2026, terdiri atas 10 Top KEN dan 115 KEN reguler. Festival Perang Air Kepulauan Meranti dinilai layak karena memiliki kekuatan tradisi yang terjaga, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dampak ekonomi yang nyata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful, menyebut penetapan ini sebagai peluang besar untuk memperluas jangkauan promosi budaya Meranti.

“Festival Perang Air bukan sekadar hiburan, tetapi telah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi ini diakui memiliki daya tarik nasional,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Menurut Syaiful, pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai langkah teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Fokus utama diarahkan pada penyelenggaraan festival yang aman, bersih, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin wisatawan datang bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga merasa nyaman dan memiliki keinginan untuk kembali,” katanya.

Selain promosi nasional, event yang masuk dalam KEN juga memperoleh pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata, baik dalam tata kelola acara, publikasi, maupun penguatan dampak ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pengakuan ini. Harapannya, festival ini tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan meninggalkan kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.

Festival Perang Air dikenal sebagai tradisi permainan air massal yang berlangsung di ruas-ruas utama Selatpanjang dalam rangkaian perayaan Imlek. Ribuan warga dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan kota pesisir di Riau tersebut berubah menjadi pusat perayaan budaya sekaligus perputaran ekonomi masyarakat.**