Banner Website
Daerah

Karhutla Bengkalis Kian Mengkhawatirkan, TNI AL Kerahkan Personel Bantu Pemadaman

505
×

Karhutla Bengkalis Kian Mengkhawatirkan, TNI AL Kerahkan Personel Bantu Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Personel TNI Angkatan Laut bersama tim gabungan melakukan pemantauan dan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Desa Kelebuk, Kecamatan Bengkalis, Kamis malam (5/2/2026)./R45/TNI AL.

Bengkalis, Rakyat45.com Asap pekat yang membumbung dari lahan gambut Pulau Bengkalis kembali menjadi alarm serius bagi semua pihak. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas dalam beberapa hari terakhir memaksa aparat dan masyarakat bergerak cepat, berpacu dengan waktu dan kondisi alam yang tak bersahabat.

Merespons situasi tersebut, Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bengkalis mengerahkan personelnya untuk bergabung dalam upaya pemadaman api, meski dengan keterbatasan jumlah kekuatan. Kehadiran TNI AL menjadi bagian penting dari sinergi lintas instansi dalam menghadapi ancaman karhutla yang kian mengkhawatirkan.

Sejumlah titik kebakaran terpantau terjadi di Jalan H. Ilyas, Desa Air Putih, serta Desa Kelebuk, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Api terus menjalar di lahan kering dan gambut, diperparah oleh cuaca panas ekstrem dan hembusan angin kencang.

Dalam operasi pemadaman, tim gabungan melibatkan berbagai unsur, terdiri dari tiga personel TNI AL, satu personel Polri, 20 petugas Pemadam Kebakaran, 15 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 10 warga Desa Kelebuk yang turut membantu di lapangan.

Komandan Posal Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, menyampaikan bahwa personel Bintara Potensi Maritim (Babinpotmar) Posal Bengkalis aktif terlibat dalam membantu sekaligus memantau proses pemadaman kebakaran lahan perkebunan milik masyarakat.

“Alhamdulillah, Babinpotmar Posal Bengkalis turut membantu dan memonitor pemadaman kebakaran lahan di Desa Kelebuk yang terjadi sore tadi,” ujar Nirwan Hastya, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan kronologis kejadian, kebakaran mulai terdeteksi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tim gabungan segera bergerak melakukan pemadaman, namun menghadapi sejumlah kendala serius, terutama keterbatasan pasokan air, kondisi lahan gambut yang kering, serta cuaca ekstrem disertai angin kencang.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±5 hektare. Hingga Jumat malam, area yang berhasil dipadamkan baru sekitar ±0,5 hektare, sementara api di beberapa titik masih terpantau aktif.

Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, antara lain satu unit mesin mini streker milik BPBD Bengkalis, satu unit mesin mini streker Damkar Bengkalis, mesin robin milik masyarakat, serta mesin mini streker Polsek Bengkalis. Pemadaman juga menggunakan lima rol selang berdiameter 1,5 inci dan dua unit nozzle.

Lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar di atas tanah gambut yang ditumbuhi pohon akasia. Kondisi lingkungan sekitar semakin menyulitkan upaya pemadaman, karena tidak terdapat sumber air alami, sementara parit-parit di sekitar lokasi juga telah mengering.

“Personel Posal Bengkalis masih berada bersama tim gabungan. Cuaca panas dan angin kencang membuat asap terus mengepul. Hingga pukul 21.00 WIB, satgas pemadam kebakaran masih bertahan di lokasi sambil menunggu kedatangan alat berat jenis beko untuk membuat embung sebagai sumber air,” jelas Nirwan Hastya.

Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran Bengkalis, Syahrizam, mengungkapkan bahwa minimnya sumber air menjadi tantangan terbesar di lapangan.

“Cuaca yang sangat panas dan kering, ditambah angin kencang, membuat proses pemadaman semakin sulit. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” ujarnya.

Upaya pemadaman karhutla di Pulau Bengkalis masih terus berlanjut. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan meluasnya kebakaran, sekaligus mencegah dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih besar bagi warga sekitar.**