Banner Website
Ragam

Zakat Jadi Cahaya di Balik Jeruji: Langkah Strategis Lapas Bengkalis Perkuat Pembinaan Mualaf

106
×

Zakat Jadi Cahaya di Balik Jeruji: Langkah Strategis Lapas Bengkalis Perkuat Pembinaan Mualaf

Sebarkan artikel ini
Kalapas Bengkalis Priyo Tri Laksono bersama jajaran dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis Ismail berfoto bersama usai pertemuan terkait pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kantor BAZNAS Kabupaten Bengkalis. Kamis, (26/2/26)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Dari balik dinding pemasyarakatan, sebuah ikhtiar kemanusiaan kembali dirajut, Lapas Kelas IIA Bengkalis menggagas pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bengkalis.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Priyo Tri Laksono, ke Kantor BAZNAS Kabupaten Bengkalis, di Jalan Kelapapati Darat, Kecamatan Bengkalis, Kamis (26/02/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan strategis di ruang pimpinan BAZNAS itu bukan sekadar agenda formalitas kelembagaan. Di dalamnya terbangun kesepahaman untuk menghadirkan wadah resmi pengelolaan zakat pegawai Lapas yang profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui UPZ di bawah naungan BAZNAS, penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) diharapkan lebih terstruktur dan tepat sasaran.

Zakat yang terhimpun nantinya akan diprioritaskan untuk mendukung program pembinaan keagamaan serta bantuan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya yang berstatus mualaf. Fokus ini menjadi cerminan komitmen Lapas Bengkalis dalam memperkuat dimensi spiritual sebagai bagian integral dari proses pembinaan.

Salah satu pokok pembahasan utama adalah penyusunan skema bantuan khusus bagi WBP mualaf. Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan moril dan material bagi warga binaan yang baru memeluk agama Islam, agar tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah selama menjalani masa pembinaan.

Priyo Tri Laksono menegaskan bahwa pembinaan spiritual memerlukan dukungan lintas lembaga. “Kami hadir untuk membangun jembatan kebaikan. Melalui UPZ, kami berharap zakat pegawai dapat tersalurkan secara tepat dan memberi manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang mualaf di dalam Lapas,” ujarnya.

Inisiatif pembentukan UPZ ini menegaskan wajah Lapas Kelas IIA Bengkalis sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada penguatan iman dan kesejahteraan spiritual warga binaannya.

“Sinergi dengan BAZNAS menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap kontribusi kebaikan memiliki arah, dampak, dan keberlanjutan.” pungkas Kalapas Priyo.**