Rakyat45.com, Bengkalis – Komitmen memperkuat integritas lembaga pemasyarakatan kembali ditegaskan oleh Lapas Kelas IIA Bengkalis. Senin (9/03/2026), institusi ini secara resmi mengukuhkan enam pegawai sebagai anggota Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) sekaligus menandatangani pakta integritas bersama untuk mencegah praktik Handphone ilegal, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR) di lingkungan lapas.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat pengawasan internal. Pengukuhan Satops Patnal dipandang sebagai instrumen penting untuk memastikan seluruh proses pemasyarakatan berjalan transparan, disiplin, dan sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam amanatnya, Priyo Tri Laksono menegaskan bahwa Satops Patnal memiliki peran vital sebagai garda pengawas integritas di dalam lembaga. Tim ini diharapkan mampu bekerja dengan ketegasan, objektivitas, dan profesionalisme tinggi demi menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
“Satops Patnal adalah garda terdepan dalam menjaga integritas dan kedisiplinan. Saya berharap tim ini menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, sehingga setiap pelaksanaan kerja di lingkungan lapas tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih jauh, Kalapas Bengkalis mengingatkan bahwa deklarasi komitmen bebas HALINAR bukanlah sekadar agenda seremonial. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk keterlibatan pegawai dalam praktik tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung akan ditindak tanpa kompromi.
Menurutnya, sanksi disiplin berat hingga proses hukum akan diterapkan bagi siapa pun yang terbukti melanggar. Sikap tegas ini, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas lembaga sekaligus meneguhkan prinsip integritas sebagai fondasi utama dalam sistem pemasyarakatan.
“Apabila di kemudian hari terdapat pegawai yang terbukti terlibat, membantu, atau membiarkan praktik HALINAR, maka tindakan tegas akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoreng nama baik institusi. Integritas adalah harga mati bagi seluruh insan pemasyarakatan,” ujar Priyo dengan tegas.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta ajakan kepada seluruh jajaran pegawai untuk terus saling mengingatkan dan menjaga budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Melalui pengukuhan Satops Patnal dan penandatanganan pakta integritas ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis semakin menegaskan arah kebijakannya: membangun lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, serta terbebas dari segala bentuk praktik penyimpangan.**












