Rakyat45.com, Bengkalis – Senja di halaman gedung serbaguna Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis, Selasa (03/03), menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Untuk pertama kalinya sejak lembaga ini berdiri, pihak lapas menyelenggarakan buka puasa bersama antara Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga inti mereka, sebuah langkah kemanusiaan yang menjawab kerinduan panjang di balik jeruji besi.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dimulai pukul 16.00 WIB. Program yang diinisiasi Kepala Lapas, Priyo Tri Laksono, bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi warga binaan yang menjalani masa pidana di bulan suci Ramadan.
Dalam pengawasan ketat petugas, warga binaan untuk sesaat merasakan hangatnya masakan rumah dan kebersamaan keluarga tanpa mengesampingkan standar keamanan dan ketertiban.
Suasana berubah haru ketika azan magrib berkumandang. Tangis tertahan, senyum merekah, dan tatapan penuh rindu menyatu di antara anak, istri, maupun orang tua yang duduk berdampingan dengan anggota keluarga mereka yang tengah menjalani pembinaan. Momentum ini menjadi simbol bahwa keterpisahan fisik tidak serta-merta memutus ikatan emosional.
“Ini adalah sejarah bagi Lapas Bengkalis. Kami ingin menghadirkan suasana rumah di dalam sini, agar mereka (WBP) merasa tetap didukung oleh keluarga. Harapan kami, kerinduan yang terobati ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk berkelakuan baik hingga masa pidananya usai nanti,” ujar Priyo.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam proses perubahan perilaku. Dengan menghadirkan suasana kebersamaan di bulan Ramadan, pihak lapas berharap tumbuh kesadaran dan motivasi baru bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, menata masa depan, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Dari sisi pelaksanaan, kegiatan perdana ini disiapkan secara matang. Seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis, termasuk anak magang, menerapkan skema sterilisasi serta pemeriksaan ketat terhadap pengunjung dan barang bawaan sebelum memasuki area buka bersama.
“Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan nilai spiritual dan kekeluargaan tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek keamanan institusi,” ungkap Kalapas Bengkalis saat diwawancarai wartawan, didampingi Ka.KPLP Diasta Krismayandi dan Kasi Binadik Boy Fernandes.
Acara ditutup dengan salat magrib berjamaah dan ramah tamah singkat sebelum waktu kunjungan berakhir. Meski pertemuan itu berlangsung terbatas, maknanya terasa mendalam.
“Inovasi layanan kunjungan khusus Ramadan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Lebih dari sekadar buka puasa bersama, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik dinding penjara, harapan tetap tumbuh, dirawat oleh doa, keluarga, dan kesempatan untuk berubah,” pungkasnya.**












