Rakyat45.com, Jakarta – Proses seleksi calon Direktur Utama PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasuki tahap akhir dengan agenda wawancara final yang dipimpin langsung Bupati Siak, Afni Zulkifli di Jakarta.
Tahapan krusial ini digelar di Gedung Wisma Mulia, Senin (18/5), dengan melibatkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto serta pengawasan dari BPKP Provinsi Riau melalui Kepala Perwakilan Dr. Evenri Sihombing.
Dua kandidat yang tersisa dalam seleksi yakni Robi Junipa dan Muttaqin. Keduanya berhasil lolos setelah menyingkirkan delapan peserta lainnya dalam rangkaian seleksi sebelumnya.
“Mohon doanya, semoga semuanya lancar,” ujar keduanya singkat sebelum memasuki ruang wawancara.
Dalam sesi final tersebut, para kandidat diuji terkait strategi peningkatan produksi migas, efisiensi operasional, optimalisasi lifting, hingga kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta ketahanan energi nasional.
Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan bahwa keterlibatan lembaga teknis seperti SKK Migas dan BPKP bertujuan memastikan proses seleksi berlangsung profesional, transparan, dan berbasis kompetensi.
“Ini bukan sekadar wawancara biasa. Ini pertama kali kita lakukan dalam pemilihan calon Dirut BSP dengan melibatkan pihak profesional dan para pihak yang memang kompeten di bidangnya. Meskipun keputusan akhir berada di tangan Bupati Siak, kami ingin mendapatkan masukan dari Kepala SKK Migas agar proses ini berjalan fair dan menghasilkan calon Dirut yang siap menghadapi tantangan BSP saat ini,” kata Afni usai wawancara.
Menurutnya, proses seleksi tidak hanya berfokus pada pemahaman kandidat terhadap dinamika daerah, tetapi juga pada kemampuan manajerial, visi bisnis, serta kesiapan menghadapi regulasi sektor hulu migas nasional.
Sebelumnya di Pekanbaru, kedua kandidat juga telah diuji terkait penerapan Good Corporate Governance (GCG), efisiensi struktur perusahaan, serta rencana reorganisasi internal PT BSP.
“Hari ini kami ingin mengetahui seberapa jelas visi, misi, dan keberanian mereka melakukan reorganisasi di tubuh BSP. Kami sengaja melibatkan BPKP supaya proses ini transparan dan menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Afni.
Berdasarkan hasil asesmen PPM Manajemen Jakarta, kedua kandidat dinilai memiliki kapasitas dan komitmen dalam pengembangan PT BSP ke depan.
Robi Junipa diketahui memiliki latar belakang geofisika serta pengalaman panjang di lingkungan Pertamina. Sementara Muttaqin saat ini menjabat sebagai pimpinan PT BSP Zapin, anak perusahaan BSP.
Hasil wawancara final ini akan menjadi bahan pertimbangan utama Bupati Siak sebelum penetapan Direktur Utama PT BSP melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Proses seleksi ini disebut sebagai salah satu mekanisme pemilihan pimpinan BUMD yang paling terbuka dan profesional di Riau karena melibatkan lembaga teknis serta unsur pengawasan kompeten.***












