Rakyat45.com, Metro – Rapat evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun anggaran 2026 antara DPRD Kota Metro dan Pemerintah Kota Metro berlangsung panjang dan penuh dinamika. Pertemuan yang digelar selama kurang lebih lima jam pada Rabu (1/4/2026) itu berakhir tanpa kesimpulan final, menandakan masih adanya persoalan mendasar dalam penyampaian data dan transparansi anggaran.
Rapat yang berlangsung di ruang pimpinan DPRD tersebut dihadiri langsung oleh Bambang Iman Santoso bersama jajaran pemerintah daerah. Dari pihak legislatif, rapat dipimpin oleh Ria Hartini yang menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan program pembangunan.
Menurut Ria, hingga rapat selesai, DPRD masih belum menerima laporan resmi dan rinci dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Padahal, dokumen tersebut menjadi dasar utama bagi legislatif untuk melakukan evaluasi serta menyampaikan sikap secara objektif kepada publik.
“Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa data yang jelas. Saat ini laporan dari TAPD masih dalam proses, dan kemungkinan baru akan kami terima dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Situasi ini memperlihatkan adanya kendala koordinasi antara pihak eksekutif dan legislatif. DPRD menilai bahwa keterlambatan penyampaian data berpotensi menghambat fungsi pengawasan serta menurunkan kualitas pengambilan keputusan terkait pembangunan daerah.
Isu yang paling menyita perhatian dalam rapat tersebut adalah terkait pinjaman daerah sebesar Rp20 miliar yang sebelumnya telah mencuat ke publik. Namun hingga kini, DPRD mengaku belum mendapatkan rincian penggunaan dana tersebut secara lengkap.
Ria menegaskan bahwa informasi yang diterima sejauh ini masih bersifat umum. DPRD hanya mengetahui bahwa pinjaman telah dilakukan, tanpa disertai penjelasan detail mengenai alokasi dan realisasi penggunaannya.
“Kami belum menerima rincian penggunaan anggaran itu. Jadi sangat sulit bagi kami untuk memberikan tanggapan atau penilaian jika datanya saja belum kami pegang,” tegasnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi pengelolaan keuangan daerah. DPRD pun mendesak agar pemerintah kota segera menyerahkan dokumen yang dibutuhkan agar proses evaluasi dapat berjalan secara maksimal dan akuntabel.
Selain soal anggaran, rapat juga menyinggung hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif yang dinilai belum berjalan optimal. Kurangnya sinkronisasi dan komunikasi yang efektif disebut menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses evaluasi.
Ria berharap ke depan hubungan kedua lembaga dapat diperbaiki, terutama dalam hal keterbukaan informasi dan koordinasi program pembangunan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah sangat penting demi memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat.
Di sisi lain, beredar kabar mengenai adanya pembatasan terhadap awak media dalam rapat tersebut. Namun hal ini langsung dibantah oleh pihak DPRD. Ria menegaskan bahwa rapat yang bersifat tertutup bukan berarti menghalangi akses informasi, melainkan karena belum tersedianya data yang layak dipublikasikan.
“Kami tidak menutup-nutupi informasi. Justru kami ingin menyampaikan data yang benar dan lengkap kepada publik. Tapi saat ini datanya memang belum tersedia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa DPRD memiliki komitmen kuat untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengawasan. Oleh karena itu, penyampaian informasi kepada masyarakat akan dilakukan setelah seluruh data telah diverifikasi.
DPRD menargetkan dalam waktu dekat, laporan dari TAPD sudah dapat diterima dan dipelajari secara menyeluruh. Setelah itu, hasil evaluasi beserta rincian penggunaan anggaran akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
Situasi ini menjadi pengingat penting bahwa transparansi dan ketepatan data merupakan fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Tanpa itu, proses evaluasi berpotensi kehilangan arah dan kepercayaan publik bisa tergerus.
Dengan belum adanya kesimpulan dalam rapat ini, masyarakat Kota Metro kini menunggu kejelasan lanjutan, terutama terkait penggunaan pinjaman daerah yang menjadi sorotan. Semua pihak berharap agar dalam beberapa hari ke depan, persoalan ini dapat menemukan titik terang dan tidak berlarut-larut.
Taktiknews.com akan terus memantau perkembangan isu ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan informasi yang tajam, akurat, dan berpihak pada kepentingan publik.***












