Banner Website
Ragam

Jalan Nasional Somambawa-Teluk Dalam Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan Total

25
×

Jalan Nasional Somambawa-Teluk Dalam Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan Total

Sebarkan artikel ini
Jalan Nasional Somambawa–Teluk Dalam Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan Total
Jalan Rusak di Nias Selatan. (R45/Saro)

Rakyat45.com, Nisel – Kondisi ruas jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Somambawa hingga Teluk Dalam di Kabupaten Nias Selatan kian memicu kekhawatiran publik.

Infrastruktur vital tersebut kini dipenuhi ribuan lubang di sepanjang badan jalan, menciptakan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan keluhan warga yang setiap hari melintas, kerusakan jalan ini bukanlah persoalan baru.

Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya penanganan yang benar-benar tuntas. Perbaikan yang dilakukan sejauh ini dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar masalah.

Metode penanganan yang sering diterapkan di lapangan berupa penimbunan menggunakan material kerikil dan pasir, serta pelapisan aspal tipis.

Namun, teknik ini dianggap tidak efektif karena daya tahannya sangat rendah, terutama saat intensitas hujan tinggi. Warga bahkan menyebut pola perbaikan tersebut sebagai “tambal sulam instan” yang cepat rusak kembali.

“Perbaikan hanya bertahan sebentar. Kalau hujan turun, lubang langsung muncul lagi bahkan semakin besar,” ungkap salah seorang warga yang rutin melintasi jalur tersebut.

Isu utama yang kini mencuat adalah buruknya kualitas perbaikan yang tidak berkelanjutan. Kondisi ini membuat jalan nasional yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi justru berubah menjadi jalur berisiko tinggi.

Lubang-lubang yang tersebar tidak hanya dalam jumlah banyak, tetapi juga memiliki ukuran yang bervariasi, dari kecil hingga cukup dalam untuk membahayakan kendaraan.

Ruas jalan Somambawa–Teluk Dalam memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat.

Jalur ini menjadi penghubung antar kecamatan sekaligus akses utama distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan kegiatan ekonomi lainnya di wilayah Nias Selatan.

Ketika kondisi jalan memburuk, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Selain memperlambat waktu tempuh, kerusakan jalan juga meningkatkan biaya operasional kendaraan. Banyak pengendara mengaku harus lebih sering melakukan perbaikan kendaraan akibat kerusakan yang disebabkan oleh jalan berlubang.

Hal ini tentu menjadi beban tambahan, khususnya bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja.

Risiko kecelakaan juga meningkat secara signifikan. Pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan, terutama saat melintas pada malam hari atau ketika hujan turun.

Genangan air sering kali menutupi lubang sehingga sulit terlihat, menyebabkan banyak pengendara terperosok tanpa sempat menghindar.

“Kondisinya sangat berbahaya, apalagi saat malam. Lubang tertutup air, tidak kelihatan sama sekali. Sudah banyak yang hampir jatuh,” ujar warga lainnya.

Situasi ini memunculkan desakan kuat dari masyarakat agar pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera mengambil langkah konkret.

Warga menilai bahwa solusi yang dibutuhkan bukan lagi perbaikan tambal sulam, melainkan revitalisasi total yang mencakup perbaikan struktur jalan secara menyeluruh.

Revitalisasi yang dimaksud meliputi peningkatan kualitas konstruksi jalan, penggunaan material yang lebih tahan lama, serta sistem drainase yang baik untuk mencegah kerusakan akibat genangan air.

Tanpa langkah tersebut, perbaikan yang dilakukan dikhawatirkan hanya akan mengulang siklus kerusakan yang sama.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek perbaikan jalan. Selama ini, lemahnya pengawasan dinilai menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

Warga berharap adanya transparansi serta kontrol yang lebih ketat agar anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

Kondisi jalan nasional ini juga dinilai mencerminkan ketimpangan pembangunan infrastruktur di daerah. Sebagai jalan dengan status nasional, masyarakat berharap standar kualitasnya dapat lebih terjamin dibandingkan jalan daerah. Namun kenyataannya, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

Dengan semakin banyaknya keluhan yang muncul, tekanan publik terhadap pemerintah pun kian meningkat.

Warga berharap suara mereka segera mendapat respons serius, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan Somambawa–Teluk Dalam berpotensi semakin parah dan menimbulkan kerugian yang lebih besar, baik secara ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, langkah cepat dan terukur menjadi kebutuhan mendesak.

Revitalisasi menyeluruh kini menjadi harapan utama masyarakat Nias Selatan. Mereka menginginkan jalan yang tidak hanya layak dilalui, tetapi juga aman dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Infrastruktur yang baik diyakini menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.***