Pendidikan

Setiap Mimpi Layak Diperjuangkan: Pemkab Sleman Perkuat Jalan Pendidikan Anak Bangsa

75
×

Setiap Mimpi Layak Diperjuangkan: Pemkab Sleman Perkuat Jalan Pendidikan Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Teks foto; Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan arahan dalam pertemuan bersama orang tua dan penerima Beasiswa Sleman Pintar 2025 yang digelar di Pendopo Parasamya, Jum'at, (28/11/2025)/R45/Ags.w

Sleman, Rakyat45.com – Pesatnya pembangunan daerah dan tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga tidak menghalangi Kabupaten Sleman untuk menegaskan komitmen besarnya, memastikan setiap mimpi pendidikan tetap hidup tanpa terhenti oleh persoalan biaya. Dalam ruang yang dipenuhi harapan dan dialog hangat di Pendopo Parasamya, Jumat (28/11/2025),

Pemerintah daerah bertemu dengan orang tua serta penerima Beasiswa Sleman Pintar 2025, untuk menyampaikan pesan penting bahwa pendidikan adalah hak yang harus dijangkau semua anak, dan masa depan mereka tidak boleh dikorbankan hanya karena keadaan ekonomi.

Atmosfer pertemuan terasa bukan sekadar seremonial. Di hadapan para mahasiswa dan orang tua yang hadir, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berbicara tentang pendidikan sebagai “tiket perubahan”. Ia menegaskan bahwa beasiswa Sleman Pintar bukan hanya program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan menentukan arah masa depan daerah.

“Kita semua tahu, tidak sedikit anak-anak yang terhenti di depan pintu universitas hanya karena faktor biaya. Program ini memastikan pintu itu tetap terbuka,” ujar Danang, menegaskan prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Dari laporan Plt. Kepala Dinas Sosial, Sigit Indarto, program ini telah menunjukkan hasil konkret. Sebanyak 92 mahasiswa penerima beasiswa tahun 2022 kini telah berhasil menyelesaikan studinya. Sementara, pada tahun 2025 tercatat 206 mahasiswa mendapat kesempatan yang sama di berbagai perguruan tinggi.

Pertemuan tersebut dirancang sebagai ruang dialog dua arah bukan hanya antara pemerintah dan penerima, tetapi juga antara orang tua, pengelola perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lain. Diskusi berlangsung hangat, membuka ruang aspirasi sekaligus evaluasi agar beasiswa ini terus tepat sasaran dan efektif.

Dalam arahannya, Danang menekankan tujuan strategis Sleman Pintar, memastikan minimal satu sarjana dalam satu keluarga sebagai fondasi pengentasan kemiskinan. Baginya, pendidikan adalah “tangga sosial” yang memungkinkan sebuah keluarga beralih dari keterbatasan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

“Ia juga mengingatkan para penerima beasiswa agar menjaga komitmen akademik: menyelesaikan pendidikan dengan disiplin, tepat waktu, dan penuh dedikasi. Kepada para orang tua, Danang meminta dukungan yang konsisten sebagai pendamping utama dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka.” ungkap Wabup Sleman.

Pertemuan ditutup dengan dialog interaktif yang menghadirkan Wakil Bupati, jajaran Dinas Sosial, dan para rektor perguruan tinggi. Suasana diskusi yang terbuka mencerminkan tekad bersama: menjadikan pendidikan bukan sekadar hak, tetapi jembatan nyata menuju masa depan yang lebih bermartabat bagi masyarakat Sleman.**