Peristiwa

Banjir dan Longsor Sumbar: 85 Warga Masih Hilang, 88 Korban Meninggal

18
×

Banjir dan Longsor Sumbar: 85 Warga Masih Hilang, 88 Korban Meninggal

Sebarkan artikel ini
Banjir dan Longsor Sumbar: 85 Warga Masih Hilang, 88 Korban Meninggal
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban jiwa di Kabupaten Agam, Jumat, (28/11/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Rakyat45.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memaksimalkan operasi pencarian terhadap puluhan warga yang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah sejak pekan lalu.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengungkapkan hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, jumlah korban meninggal tercatat 88 orang, sementara 85 lainnya masih belum ditemukan.

“Seluruh tim gabungan terus bekerja di lapangan. Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan proses pencarian,” ujar Arry di Padang, Sabtu.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Padang, BPBD, TNI, Polri, PMI, relawan, hingga warga setempat. Penyisiran dilakukan di beberapa titik yang terdampak parah menggunakan perahu karet, alat deteksi, serta perlengkapan evakuasi lainnya.

Dari 16 kabupaten/kota yang terdampak, terdapat 10 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun warga hilang. Sementara enam daerah lain melaporkan adanya korban, dengan jumlah terbesar berada di Kabupaten Agam.

Detail sementara korban di Sumatera Barat, Kabupaten Agam: 74 meninggal, 78 hilang, Kota Padang Panjang: 7 meninggal, Kota Padang: 5 meninggal, Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, Kota Solok: 1 meninggal.

Pemprov Sumbar memastikan seluruh perkembangan terkait jumlah korban, kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumbar.

Sementara itu, BPBD mencatat perkiraan kerugian sementara telah mencapai Rp9,5 miliar. Nilai tersebut diprediksi meningkat karena sebagian wilayah masih sulit dijangkau akibat akses jalan terputus dan tumpukan material longsor.***