Bengkalis, Rakyat45.com – Pagi itu, suasana dermaga RoRo (Roll On Roll Off) Bengkalis–Sungai Pakning dipenuhi harapan dan kegelisahan. Setelah trip pertama diberangkatkan, antrean kendaraan roda empat tampak memenuhi sembilan jalur yang tersedia.
Sementara masih ada pengendara roda dua yang tertahan menunggu giliran berikutnya, giliran yang tak selalu pasti, namun tetap mereka nantikan dengan harapan bisa segera menyeberang. Minggu, 30 November 2025.
Di tengah dinamika antrean itulah, Ketua Umum P-KPK, H. Ahmad Effendi, S.E., M.Sc., menyampaikan imbauan yang bernada tegas namun tetap mengedepankan rasa kebersamaan.
Ia mengingatkan bahwa tindakan menerobos antrean sering dengan alasan “hanya mengantar” bukan sekadar pelanggaran kecil, melainkan praktik yang merampas hak orang lain yang telah menunggu dengan sabar.
“Ketertiban tak lahir dari aturan saja,” tuturnya, “tetapi dari kesediaan kita menghormati sesama pengguna jasa.”
Untuk menjaga keadilan dan alur layanan, ia meminta petugas lebih selektif memberi izin kepada pengendara yang mengaku hanya mengantar. Bila perlu, KTP dapat diminta sebagai jaminan sementara.
“Meski belum tertulis dalam SOP, pendekatan ini dinilai sebagai langkah pragmatis untuk menumbuhkan kejujuran dan mencegah kebiasaan tidak fair yang kerap muncul di lintasan RoRo.” ucapnya.
Ahmad Effendi menekankan bahwa situasi ini memerlukan empati dan kedewasaan bersama, terlebih karena mulai hari ini operasional hanya bertumpu pada dua armada, Swarna Putri dan Pertiwi, sehingga antrean lebih padat tak terhindarkan.
Di penghujung imbauannya, ia menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna,.“Budaya tertib mengantre bukan sekadar aturan, tetapi cermin dari rasa hormat kita kepada orang lain.” ungkap Ketua Umum P-KPK, kepada Rakyat45.com.












