Banner Website
Nasional

Menu MBG Pekanbaru Kini Lebih Terukur dan Bergizi

126
×

Menu MBG Pekanbaru Kini Lebih Terukur dan Bergizi

Sebarkan artikel ini
Menu MBG Pekanbaru Kini Lebih Terukur dan Bergizi
Ahli Gizi SPPG Pekanbaru, Nasiratul Diniyah, menjelaskan bahwa penyusunan menu mengikuti pedoman resmi Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2019./R45/Md

Rakyat45.com, Pekanbaru – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekanbaru kini dirancang semakin terukur dan terstandar. Bukan sekadar mengenyangkan, setiap menu yang disajikan dalam wadah ompreng telah disusun berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) agar kebutuhan nutrisi harian siswa terpenuhi secara proporsional.

Ahli Gizi SPPG Pekanbaru, Nasiratul Diniyah, menjelaskan bahwa penyusunan menu mengikuti pedoman resmi Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2019. Ia menegaskan bahwa kebutuhan gizi anak usia 6–18 tahun sangat beragam karena berada pada fase pertumbuhan yang cepat.

“Kebutuhan gizi pada kelompok usia sekolah berbeda-beda, sehingga AKG dibagi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Semua menu yang disusun mengacu pada pedoman tersebut,” ujarnya, Jumat (05/12/2025).

Nasiratul menjelaskan bahwa standar menu MBG dirancang untuk memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan energi harian siswa. Pembagian komposisi di piring makan pun telah ditetapkan agar variasi nutrisinya lengkap.

“Menu disusun untuk mencukupi 30% hingga 35% kebutuhan gizi harian. Komposisi piring terdiri dari 35% makanan pokok, 35% sayuran, 15% lauk pauk, dan 15% buah segar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembagian porsi ini juga mempertimbangkan usia siswa. Anak SD umumnya menerima 300–500 kkal per porsi MBG, sedangkan siswa SMP dan SMA mendapatkan porsi lebih besar dengan target energi sekitar 600 kkal.

Dalam setiap menu, protein hewani wajib hadir sebagai sumber nutrisi utama. Nasiratul menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mendukung perkembangan otak dan kecerdasan anak.

“Lauk pauk harus mengandung protein hewani seperti ayam, sapi, ikan, atau telur. Sebagai pendamping, juga disertakan lauk nabati seperti tempe atau tahu,” katanya.

Tak hanya soal lauk, penyajian buah segar juga menjadi komponen wajib dalam setiap paket makanan. Buah dinilai berperan besar dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral serta menjaga daya tahan tubuh siswa.

“Buah disajikan dalam bentuk potongan segar. Tekstur makanan pun diperhatikan, terutama untuk siswa SD agar lebih mudah dikonsumsi dan aman,” tambahnya.

Dengan penyusunan menu yang lebih matang dan terukur, program MBG di Pekanbaru diharapkan mampu menjadi penopang penting bagi tumbuh kembang serta konsentrasi belajar siswa setiap hari.***