Rakyat45.com, Siak – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di daerah. Polres Siak bersama Pemerintah Kabupaten Siak melaksanakan panen raya jagung Kuartal I Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan, Kamis (8/1/2026).
Panen jagung ini dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, dengan luas lahan yang dipanen sekitar 1 hektare. Dari lahan tersebut, petani diperkirakan menghasilkan sekitar satu ton jagung pipil, yang dinilai cukup potensial dalam menopang ketersediaan pangan daerah.
Kegiatan panen raya di Siak juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting dengan pelaksanaan panen serentak nasional yang dipusatkan di Desa Sukamahi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan dihadiri langsung oleh Kapolri.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengapresiasi keterlibatan aktif Polres Siak dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim.
“Sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi lahan pertanian dapat dimaksimalkan. Ini juga penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus menekan laju inflasi,” ujar Syamsurizal.
Ia juga mendorong masyarakat agar tidak membiarkan lahan kosong terbengkalai dan mulai memanfaatkannya untuk kegiatan produktif, khususnya di sektor pertanian dan pangan.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan panen raya merupakan bagian dari peran aktif kepolisian dalam mendukung program strategis nasional.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi petani dan memastikan aktivitas pertanian berlangsung aman, tertib, dan berkelanjutan,” kata Kapolres.
Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah pertanian sangat berpengaruh terhadap produktivitas petani. Karena itu, Polres Siak berkomitmen terus menjaga stabilitas keamanan agar petani dapat bekerja dengan tenang.
Panen raya jagung serentak ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa.***












