Rakyat45.com, Kerinci Kanan – Persoalan layanan kesehatan bagi anak dengan penyakit bawaan kembali mendapat perhatian serius di Kabupaten Siak. Pemerintah daerah bersama lembaga sosial menunjukkan langkah nyata melalui pendampingan pengobatan bagi balita penderita kelainan jantung bawaan di Kecamatan Kerinci Kanan.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, hadir langsung memberi dukungan moril kepada Hamizan Asshauqi, balita asal Desa Bukit Agung, yang sejak lahir mengalami gangguan jantung langka. Kehadiran pemerintah dinilai memberi harapan besar bagi keluarga pasien.
Syamsurizal bersama istri, Siti Sarifah, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Jantung Indonesia (YJI) atas kontribusi berkelanjutan dalam membantu proses pengobatan Hamizan.
“Bantuan dan kepedulian dari YJI serta dukungan masyarakat sangat berarti bagi keluarga. Semoga dapat membantu proses pemulihan Hamizan berjalan lebih baik,” ujar Syamsurizal, Jumat (16/1/2026) kepada Rakyat45.com.
Ia menyebutkan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam menjamin akses kesehatan bagi masyarakat terus diperkuat melalui program BPJS Universal Health Coverage (UHC), agar keluarga pasien tidak terbebani biaya medis jangka panjang.
Sekretaris Jenderal YJI Pusat, Rezka Oktoberia, menjelaskan bantuan pendampingan senilai Rp4 juta diberikan untuk menunjang kebutuhan pascaoperasi, meliputi pemeriksaan lanjutan, obat-obatan, serta pemenuhan gizi anak.
“Hamizan telah menjalani operasi pada November 2025 dan kondisi kesehatannya menunjukkan perkembangan positif. Pendampingan akan terus dilakukan hingga tahap pengobatan berikutnya,” ujar Rezka.
Kelainan jantung Hamizan baru terdeteksi saat usianya delapan bulan. Orang tua mulai menyadari adanya perbedaan pertumbuhan dibanding bayi lain.
Pemeriksaan medis kemudian menyimpulkan Hamizan mengalami dextrocardia situs inversus, kondisi langka dengan posisi jantung berada di sisi kanan tubuh.
Sebelum pendampingan dari YJI, keluarga Hamizan telah menerima bantuan dari Baznas, pemerintah kampung, serta warga sekitar, yang membantu meringankan biaya operasi pertama di Jakarta.
Orang tua Hamizan, Rio Rohman dan Rizky Widya, menyampaikan rasa haru atas kepedulian berbagai pihak.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan yang kami terima. Dukungan ini memberi kami kekuatan untuk terus berjuang demi kesembuhan anak kami,” ungkap mereka.
Berdasarkan rekomendasi medis, Hamizan masih memerlukan operasi lanjutan saat berusia sekitar empat tahun.
Pemerintah Kabupaten Siak berharap kolaborasi lintas pihak seperti ini terus berlanjut agar anak-anak dengan kebutuhan kesehatan khusus tetap memperoleh perawatan yang layak dan berkelanjutan.***












