Sleman, Rakyat45.com – Sleman mengukir catatan penting dalam lanskap pers digital nasional ketika Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO-I) Kabupaten Sleman dipercaya menjadi tuan rumah Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun ke-8 IWO Indonesia tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Momentum yang berlangsung Senin, 16 Februari 2026, di Kantor Sekretariat DPD IWO Indonesia Sleman itu menjadi panggung konsolidasi gagasan sekaligus refleksi arah jurnalisme siber di era disrupsi informasi.
Perhelatan yang mengusung tema “Mengukuhkan Pers Online yang Berintegritas, Membangun Ekonomi yang Kuat, Menjaga Kedaulatan Bangsa” ini menjawab pertanyaan mendasar tentang peran pers: siapa, apa, dan untuk siapa jurnalisme bekerja hari ini. Jawabannya tegas untuk publik, untuk demokrasi, dan untuk masa depan bangsa.
Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman yang diwakili Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Muhammad Arif Rahman, S.IP., perwakilan Badan Kesbangpol Sleman, Zulkifli, jajaran DPW dan DPD IWO Indonesia se-DIY, penasihat dan pengawas organisasi, tokoh pers, mitra strategis, hingga elemen masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pers bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem demokrasi yang saling terhubung.
Ketua DPD IWO Indonesia Sleman, Yupiter Ome, menekankan bahwa peringatan HPN dan HUT ke-8 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kembali fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi menyampaikan informasi, pendidikan, hiburan, serta menjalankan kontrol sosial yang independen dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perjalanan IWO Indonesia menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga kohesi sosial di tengah derasnya arus disinformasi. Secara internal, organisasi terus memperkuat kapasitas anggota dan memperluas program pengabdian kepada masyarakat.
“Ia memaparkan tiga program strategis yang menjadi fondasi gerak IWO Indonesia Sleman.” ucap Yupiter dalam kata sambutannya.
Pertama, Training Media Jurnalisme Warga, program literasi media yang menyasar masyarakat umum pemuda, karang taruna, pelaku UMKM, hingga penggerak desa wisata di 86 kalurahan se-Kabupaten Sleman. Program ini dirancang berkelanjutan hingga 2032 sebagai investasi jangka panjang membangun kesadaran kritis publik terhadap informasi.
Kedua, Coffee Morning Partnership, forum dialog interaktif bersama OPD DIY, Pemerintah Kabupaten Sleman, TNI, Polri, akademisi, politisi, dan pelaku usaha. Hasil diskusi dirumuskan dalam narasi berita konstruktif dan disebarluaskan melalui berbagai portal anggota IWO Indonesia Sleman, sekaligus menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan pemangku kebijakan.
Ketiga, program sosial kemasyarakatan melalui gerakan IWO-I Sleman Peduli. Organisasi ini terlibat dalam dukungan operasi kemanusiaan TNI melalui Yonif 403/WP Kentungan untuk masyarakat Papua, aksi bersih lingkungan di Padukuhan Manggung, Caturtunggal, Depok, serta penyaluran bantuan bagi korban bencana Sumatra melalui asrama mahasiswa Aceh dan Sumatera Barat di Yogyakarta.
“Kami berharap IWO Indonesia semakin matang, profesional, dan konsisten merajut kebersamaan demi Indonesia yang lebih sejahtera,” ujar Yupiter.
Ketua DPW IWO Indonesia DIY, Supriyono, memandang usia delapan tahun sebagai fase evaluatif dan penguatan kelembagaan. Ia menegaskan pentingnya membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta sinergi lintas organisasi media agar jurnalisme siber di DIY tetap kredibel dan berdaya saing.
Apresiasi juga datang dari Muhammad Arif Rahman. Ia menilai media dan pemerintah harus bersinergi dalam membangun daerah, tanpa menghilangkan fungsi kontrol pers. Kolaborasi, tegasnya, bukan berarti media menjadi subordinat kekuasaan.
“Pers harus tetap menjalankan kritik dan saran yang konstruktif. Itulah makna, Jurnalis Terpercaya, menyampaikan kebenaran secara objektif demi perbaikan pelayanan publik,” katanya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan laporan kinerja DPD IWO Indonesia Sleman kepada Dinas Kominfo dan Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, dilanjutkan pemotongan tumpeng serta doa bersama sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru.
Momentum HPN 2026 dan HUT ke-8 ini menegaskan satu hal: jurnalisme yang berintegritas bukan hanya kebutuhan profesi, melainkan fondasi demokrasi. Sleman melalui IWO Indonesia mengirimkan pesan kuat bahwa di tengah pusaran informasi global, kredibilitas tetap menjadi jangkar utama pers Indonesia.**












