Rakyat45.com, Nias Selatan – Peringatan Hari Jadi ke-21 Kabupaten Nias Selatan menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi arah pembangunan daerah. Dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Teluk Dalam, Senin (29/07/2024), isu pemerataan pembangunan dan penguatan identitas budaya lokal mencuat sebagai perhatian utama.
Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha, hadir langsung dalam rapat paripurna tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat. Sidang resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPRD, Agustana Ndruru, yang menekankan pentingnya momentum hari jadi sebagai ajang memperkuat komitmen pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Danlanal Nias Wishnu Adriansyah, Kapolres Nias Selatan Boney Wahyu Wicaksono, serta Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Hilarius Duha mengangkat kembali sejarah panjang terbentuknya Kabupaten Nias Selatan sebagai hasil perjuangan para tokoh pemekaran. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut bukanlah hal yang instan, melainkan melalui tahapan panjang yang penuh tantangan.
Menurutnya, pembentukan daerah ini berawal dari inisiatif Badan Musyawarah Masyarakat Nias Selatan (Bamus Pernis) yang berdiri pada 12 Maret 2001. Upaya tersebut kemudian mencapai titik penting ketika pemerintah pusat mengesahkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003 pada 28 Juli 2003 sebagai dasar hukum berdirinya Kabupaten Nias Selatan.
“Perjalanan panjang ini harus menjadi pengingat bahwa daerah ini lahir dari perjuangan, sehingga sudah seharusnya kita isi dengan pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” ujar Hilarius Duha.
Namun, di usia ke-21 ini, muncul tantangan baru yang menjadi sorotan, yakni bagaimana memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil. Isu ketimpangan pembangunan menjadi perhatian yang terus digaungkan dalam berbagai forum, termasuk dalam momentum peringatan hari jadi ini.
Selain itu, tema yang diusung tahun ini, “Budaya Unggul, Nias Selatan Maju”, dinilai relevan dengan kondisi saat ini. Penguatan nilai-nilai budaya lokal dianggap sebagai fondasi penting dalam menghadapi arus globalisasi sekaligus menjaga jati diri masyarakat Nias Selatan.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan mengembangkan warisan budaya.
“Persatuan dan kebersamaan harus terus kita jaga. Dengan semangat itu, kita bisa mewujudkan Nias Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Rapat paripurna yang berlangsung terbuka ini juga dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi. Partisipasi luas ini mencerminkan semangat kolektif dalam membangun daerah secara inklusif.
Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa peringatan hari jadi tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian pembangunan serta merumuskan langkah strategis ke depan.
Penguatan sektor ekonomi lokal, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur yang merata menjadi pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Tanpa langkah konkret, dikhawatirkan kesenjangan antarwilayah akan semakin melebar.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap agar pemerintah daerah mampu lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan publik. Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Rangkaian kegiatan rapat paripurna kemudian ditutup oleh Wakil Ketua DPRD Agustana Ndruru, yang dilanjutkan dengan prosesi pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 21 tahun Kabupaten Nias Selatan. Acara ditutup dengan ramah tamah yang mempererat kebersamaan antar peserta yang hadir.
Peringatan HUT ke-21 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Nias Selatan yang lebih merata, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.***












