Peristiwa

Dermaga KITB Siak Ambruk, Ekspor Lumpuh dan Sorotan Tajam ke Proyek Strategis Nasional

537
×

Dermaga KITB Siak Ambruk, Ekspor Lumpuh dan Sorotan Tajam ke Proyek Strategis Nasional

Sebarkan artikel ini
Dermaga KITB Siak Ambruk, Ekspor Lumpuh dan Sorotan Tajam ke Proyek Strategis Nasional
Struktur penghubung dermaga atau trestle Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kecamatan Sungai Apit dilaporkan ambruk pada Senin sore (4/1/2026). /R45/Muslim

Rakyat45.com, Siak – Insiden serius terjadi di kawasan industri andalan Kabupaten Siak. Struktur penghubung dermaga atau trestle Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kecamatan Sungai Apit dilaporkan ambruk pada Senin sore (5/1/2026). Akibatnya, seluruh aktivitas bongkar muat dan ekspor dari pelabuhan tersebut terpaksa dihentikan sementara.

Ambruknya trestle berdampak langsung pada operasional pelabuhan. Satu unit kendaraan yang terparkir di atas struktur tersebut ikut terjun ke laut. Meski demikian, berdasarkan informasi awal, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Benar, kejadian terjadi sore tadi. Untuk sementara kegiatan ekspor dihentikan total,” ujar sumber di lapangan yang mengetahui insiden tersebut, Senin malam.

Informasi yang dihimpun Rakyat45.com menyebutkan, kondisi trestle pelabuhan sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, termasuk retakan pada struktur utama. Namun, fasilitas vital tersebut tetap digunakan untuk menunjang aktivitas logistik kawasan industri.

Trestle sendiri merupakan jalur penghubung utama antara daratan dan dermaga laut, berfungsi sebagai akses kendaraan, alat berat, serta distribusi barang ekspor-impor. Kerusakan pada struktur ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi berdampak langsung terhadap rantai logistik dan perekonomian daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola Pelabuhan KITB terkait penyebab ambruknya trestle maupun langkah penanganan darurat yang akan dilakukan.

Sebagai informasi, Pelabuhan KITB dikelola oleh konsorsium Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak, di antaranya PT Kawasan Industri Tanjung Buton (PT KITB) sebagai pengelola kawasan dan PT Samudra Siak untuk layanan kepelabuhanan, dengan dukungan PT Sarana Pembangunan Siak (SPS). Kawasan ini juga disebut-sebut menarik investasi asing, termasuk dari perusahaan asal Jepang, PT SKY, dalam pengembangan kawasan industri.

Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat KITB telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) pada era pemerintahan Presiden Prabowo. Namun hingga kini, progres nyata pembangunan dan penguatan infrastruktur kawasan tersebut masih minim informasi ke publik.

Kawasan Industri Tanjung Buton yang berada di pesisir Kampung Mengkapan dan Sungai Rawa dinilai memiliki posisi geografis strategis karena berdekatan langsung dengan Selat Malaka serta berhadapan dengan Malaysia dan Singapura. Dengan dukungan dermaga bertaraf internasional dan jalur pelayaran Selat Asam–Selat Lalang, KITB digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Riau.

Ambruknya trestle pelabuhan ini pun memunculkan pertanyaan besar soal kesiapan infrastruktur, pengawasan teknis, serta komitmen keselamatan operasional di kawasan yang berlabel strategis nasional tersebut.***