Rakyat45.com, Pekanbaru – Peningkatan debit air Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, memicu status awas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau. Kondisi ini menandakan potensi banjir dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di kawasan permukiman sepanjang bantaran sungai.
BPBD Damkar Riau menyatakan, pemantauan intensif telah dilakukan sejak laporan awal diterima dari lapangan. Kenaikan muka air dinilai cukup signifikan sehingga perlu langkah antisipatif sejak dini untuk meminimalisir dampak terhadap masyarakat.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, menjelaskan bahwa status awas merupakan peringatan serius yang harus ditindaklanjuti dengan kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Status Sungai Subayang saat ini sudah berada pada level awas. Ini artinya, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan karena potensi luapan air cukup tinggi,” kata Edy Afrizal, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Kampar dan pemerintah setempat untuk segera menyebarkan informasi peringatan dini kepada warga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi cuaca dan perubahan arus sungai. Langkah-langkah seperti mengamankan barang berharga, menyiapkan dokumen penting, hingga memperhatikan jalur evakuasi perlu mulai dipersiapkan.
Sementara itu, kondisi Sungai Kampar hingga kini masih terpantau aman dan belum dilaporkan mengalami luapan. Meski demikian, BPBD Damkar Riau tetap melakukan pemantauan berkelanjutan mengingat tren kenaikan air di beberapa daerah aliran sungai.
Berbeda dengan Kampar, kenaikan muka air justru terpantau di wilayah Kabupaten Pelalawan, khususnya Kecamatan Kerinci. Wilayah tersebut kini menjadi perhatian karena debit sungai menunjukkan tren meningkat.
“Untuk Sungai Kampar belum ada laporan banjir. Namun di Pelalawan, terutama wilayah Kerinci, debit air sungai mulai mengalami kenaikan dan terus kami pantau,” jelas Edy.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Damkar Riau juga telah menyiapkan bantuan logistik berupa bahan kebutuhan pokok. Bantuan tersebut telah dikirim ke Kabupaten Kampar sebagai stok awal dan siap disalurkan apabila kondisi darurat terjadi.
“Logistik sudah kami siapkan dan kirimkan sebagai cadangan. Jika situasi memburuk, bantuan bisa langsung disalurkan ke masyarakat terdampak,” tutupnya.***












