Banner Website
Daerah

Dinsos Ungkap Gepeng di Pekanbaru Kantongi Ratusan Ribu Rupiah dalam Hitungan Jam

32
×

Dinsos Ungkap Gepeng di Pekanbaru Kantongi Ratusan Ribu Rupiah dalam Hitungan Jam

Sebarkan artikel ini
Dinsos Ungkap Gepeng di Pekanbaru Kantongi Ratusan Ribu Rupiah dalam Hitungan Jam
Satgas PPKS Dinsos Pekanbaru saat menemukan gepeng yang berpenghasilan sampai Rp246 ribu kurang dari dua jam. R45/HO-Pemko Pekanbaru

Taktiknews.com, Pekanbaru – Aktivitas mengemis di persimpangan jalan Kota Pekanbaru ternyata menjanjikan keuntungan besar. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru mengungkap bahwa seorang gelandangan dan pengemis (gepeng) mampu mengumpulkan uang hingga ratusan ribu rupiah hanya dalam waktu singkat.

Fakta tersebut terungkap saat Satuan Tugas Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Dinsos Pekanbaru melakukan patroli pengawasan di sejumlah titik rawan. Dalam kegiatan itu, petugas menemukan seorang gepeng dengan pendapatan mencapai Rp246 ribu dalam waktu sekitar satu jam lebih.

Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Junaedy, mengatakan temuan tersebut terjadi di kawasan flyover persimpangan Jalan Tuanku Tambusai–Soekarno Hatta, wilayah dengan arus lalu lintas padat setiap harinya.

“Petugas kami mendapati yang bersangkutan sudah beroperasi sejak pukul 11.00 WIB. Ketika dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 12.30 WIB, uang yang terkumpul hampir seperempat juta rupiah,” kata Junaedy.

Menurutnya, gepeng tersebut menggunakan kostum tokoh hiburan untuk menarik perhatian pengendara. Ironisnya, dalam menjalankan aksinya, ia turut membawa seorang anak, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi eksploitasi anak di ruang publik.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan wadah berisi uang tunai hasil mengemis. Jumlah tersebut kemudian dihitung langsung di hadapan petugas sebagai bagian dari proses penertiban.

Gepeng tersebut selanjutnya diamankan ke kantor Dinsos Pekanbaru untuk pendataan, pembinaan, serta diminta membuat surat pernyataan agar tidak kembali melakukan aktivitas serupa di persimpangan jalan.

Junaedy menegaskan bahwa keberadaan gepeng di jalan raya tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan pelaku itu sendiri.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis di persimpangan maupun lampu merah. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru memperpanjang praktik mengemis dan mendorong munculnya gepeng baru.

“Kami minta kepedulian masyarakat disalurkan melalui mekanisme yang benar. Memberi di jalan bukan solusi, justru memperbesar masalah sosial,” tegasnya.

Dinsos Pekanbaru memastikan akan terus melakukan patroli dan penertiban secara berkelanjutan sebagai upaya menekan praktik mengemis dan menjaga ketertiban kota.***