Banner Website
Peristiwa

SKK Migas-KKKS Salurkan Bantuan Banjir Rp5 Miliar untuk Tiga Provinsi di Sumatera

22
×

SKK Migas-KKKS Salurkan Bantuan Banjir Rp5 Miliar untuk Tiga Provinsi di Sumatera

Sebarkan artikel ini
SKK Migas-KKKS Salurkan Bantuan Banjir Rp5 Miliar untuk Tiga Provinsi di Sumatera
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga bagi korban banjir di tiga provinsi Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat./R45/SKK Migas

Rakyat45.com, Pekanbaru – Industri hulu minyak dan gas bumi kembali menunjukkan peran sosialnya di tengah bencana. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak bencana terjadi pada awal Desember 2025, SKK Migas dan KKKS telah menyalurkan bantuan secara bertahap dengan total nilai lebih dari Rp5 miliar.

Bantuan tersebut dibagi dalam tiga tahap, dengan penyaluran terakhir difokuskan pada kesehatan masyarakat dan perlindungan kelompok rentan.

Berdasarkan data yang dihimpun, Batch I mencatat nilai bantuan Rp1,9 miliar, Batch II Rp2,3 miliar, dan Batch III sebesar Rp756 juta.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari respon cepat industri migas terhadap dampak banjir yang melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah daerah.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, C.W. Wicaksono, menegaskan kehadiran industri hulu migas tidak hanya terbatas pada aktivitas produksi energi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri menghadapi bencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan kesehatan dan mempercepat bangkitnya kehidupan warga,” ujarnya.

Di Provinsi Aceh, SKK Migas dan KKKS menyalurkan bantuan senilai Rp1,9 miliar sejak tahap pertama hingga ketiga.

Pada penyaluran terakhir, bantuan difokuskan ke Aceh Timur, Bireuen, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang dengan prioritas paket kesehatan, dignity kit, serta pemeriksaan medis bagi ibu, bayi, dan lansia.

Sementara di Sumatera Utara, total bantuan mencapai Rp1,6 miliar, dengan Batch III menyasar Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Wilayah pesisir barat tersebut mengalami banjir akibat curah hujan ekstrem dan luapan air yang merendam permukiman warga.

Adapun di Sumatera Barat, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Kabupaten Agam menjadi salah satu wilayah prioritas, khususnya daerah Bawan, Malalak, dan Maninjau yang terdampak cukup parah.

Pada dua tahap awal, bantuan di ketiga provinsi lebih difokuskan pada kebutuhan dasar seperti bahan pangan, selimut, perlengkapan ibadah, perlengkapan bayi dan anak, serta fasilitas pendukung pengungsian.

Memasuki tahap ketiga, fokus bantuan bergeser pada pemulihan kesehatan pasca bencana.

Untuk memastikan bantuan tepat guna, SKK Migas menggandeng berbagai mitra kemanusiaan. Pada Batch III, kerja sama dilakukan bersama DoctorShare yang berpengalaman dalam layanan kesehatan darurat.

Sementara pada tahap sebelumnya, SKK Migas berkolaborasi dengan Relawan Nusantara dan Medco Foundation.

Menurut Wicaksono, sinergi ini menjadi faktor penting agar penanganan bencana berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga kehadiran industri hulu migas benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terdampak bencana,” tutupnya.***