Banner Website
Peristiwa

Karam di Selat Bengkalis, Kisah KLM Prima Setia Dipantai Sepahat

126
×

Karam di Selat Bengkalis, Kisah KLM Prima Setia Dipantai Sepahat

Sebarkan artikel ini
Kapal pembawa sembako KLM Prima Setia rute Tanjung Balai Asahan–Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengalami karam setelah dihantam ombak besar dan angin kencang di perairan Pantai Sepahat, Selat Bengkalis, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Jumat (23/1/2026).(R45/TNI AL Pos Bengkalis).

Bandar Laksamana, Rakyat45.com – Selat Bengkalis menjadi saksi pertemuan antara musibah di laut dan naluri bertahan hidup di darat. Gelombang tinggi disertai angin kencang yang mengamuk sejak Kamis malam menyisakan pemandangan tak biasa pada Jumat pagi, ketika ratusan warga Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, memadati pesisir pantai untuk mengais sisa muatan kapal sembako yang karam.

Kapal layar motor (KLM) Prima Setia GT 170, yang bertolak dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dilaporkan mengalami kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem. Kapal tersebut kandas dan akhirnya tenggelam di perairan Desa Tenggayun pada Jumat (23/1) dini hari, setelah berjam-jam berjuang melawan gelombang Selat Bengkalis.

Ketika fajar menyingsing, kabar karamnya kapal menyebar cepat di tengah masyarakat pesisir. Sekitar pukul 08.30 WIB, warga Sepahat dan sekitarnya berbondong-bondong menuju pantai. Karung-karung besar berkapasitas hingga 50 kilogram disiapkan untuk mengumpulkan sembako yang hanyut terbawa arus pasang ke daratan.

Mi instan, peralatan rumah tangga, hingga barang pecah belah terseret ombak dan menjadi sasaran utama. Arus laut yang terus menghempaskan sisa muatan ke pantai menciptakan suasana hiruk-pikuk, sebuah ironi, ketika rezeki datang bersamaan dengan musibah yang menimpa orang lain di tengah laut.

“Ada kapal karam semalam. Paginya warga Sepahat seperti ketiban durian runtuh, ramai-ramai ke pantai mengumpulkan barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar Maisarah, salah seorang pengunjung Pantai Sepahat.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, KLM Prima Setia diduga tak mampu bertahan setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang saat melintasi perairan Selat Bengkalis. Kapal tersebut membawa tujuh anak buah kapal (ABK).

Di balik riuhnya pesisir, tersimpan kabar yang sedikit melegakan. Seluruh kru kapal berhasil menyelamatkan diri. Namun, sebagian besar muatan kapal tak tertolong dan hanyut ke laut.

“Benar, kapal dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang mengalami karam. Jumlah kru tujuh orang dan semuanya selamat,” kata Kabag Ops SAR Bengkalis, Johan, saat dikonfirmasi.

Menerima laporan kejadian, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, dan Kepolisian, dibantu nelayan setempat, segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pengamanan.

“Kapal pembawa sembako tenggelam setelah diterjang gelombang di perairan Desa Sepahat. Alhamdulillah seluruh kru selamat dan kapal berhasil ditangani,” ujar Danposal Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya.

Salah seorang ABK KLM Prima Setia, Ujang, menuturkan kapal berangkat dari Tanjung Balai Asahan sejak Rabu (21/1). Cuaca mulai berubah drastis saat kapal memasuki perairan Selat Motong, Rupat, sebelum akhirnya memburuk di Selat Bengkalis.

“Angin semakin kencang. Kapal tidak mampu melawan gelombang hingga akhirnya karam,” ujarnya lirih.

Sebagian muatan yang sempat diamankan masih berada di dalam kapal. Namun, banyak barang lainnya telah hanyut dan menjadi rebutan warga. Bagi para ABK, kehilangan muatan bukanlah luka terdalam dari peristiwa itu. Keselamatan jiwa menjadi harta paling berharga yang berhasil mereka bawa pulang dari laut yang mengamuk.**