Rakyat45.com, Bengkalis – Di balik hiruk-pikuk arus mudik yang biasanya identik dengan kepadatan dan waktu tunggu panjang, Pelabuhan RoRo Air Putih Bengkalis menghadirkan lanskap yang tak biasa tahun ini, tertib, terukur, dan hampir tanpa antrean. Sebuah perubahan yang tidak hanya terasa di permukaan, tetapi juga mengubah cara masyarakat memaknai perjalanan mereka.
Dahulu, antrean kendaraan roda empat kerap memanjang hingga ke luar kawasan pelabuhan, menjadi potret klasik setiap musim Lebaran. Kini, pemandangan itu perlahan menghilang. Kendaraan datang mengikuti jadwal keberangkatan yang telah dipesan sebelumnya melalui sistem e-ticketing, menciptakan alur pergerakan yang lebih rapi dan terkendali.
Di tengah lonjakan mobilitas Idulfitri, aktivitas pelabuhan justru berjalan lebih efisien. Arus kendaraan dapat diatur dengan presisi, sementara penumpang tidak lagi terjebak dalam ketidakpastian waktu. Perubahan ini mulai terlihat sejak Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis menerapkan sistem pembelian tiket daring pada 10 Maret 2026.
Melalui aplikasi Trips, masyarakat kini dapat merencanakan perjalanan dengan lebih leluasa. Tiket bisa dipesan lebih awal tanpa harus datang ke pelabuhan, jadwal keberangkatan pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan tiket digital di genggaman, penumpang cukup tiba menjelang waktu keberangkatan menghapus kebiasaan lama menunggu berjam-jam dalam antrean.
Bagi Ariadi, salah seorang pengguna jasa penyeberangan, perubahan ini membawa kenyamanan yang nyata. “Alhamdulillah, tahun ini kami tidak lama mengantre dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan adanya sistem e-ticketing melalui aplikasi Trips, kami bisa langsung mendapatkan tiket secara online, dan memilih jadwal keberangkatan sesuai keinginan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
“Ia berharap sistem tersebut tidak berhenti pada tahap uji coba. Menurutnya, penerapan secara permanen akan sangat membantu masyarakat, khususnya pada periode padat seperti arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Ariadi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, menjelaskan bahwa uji coba e-ticketing dijadwalkan berlangsung hingga 30 Maret 2026, durasinya dapat diperpanjang jika lonjakan kendaraan masih tinggi. Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan sistem ini bekerja secara optimal di lapangan.
Menurutnya, respons masyarakat menunjukkan arah yang positif. “Selain mempermudah pembelian tiket, penerapan e-ticketing juga terbukti mampu mengurangi kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Air Putih Bengkalis maupun Pelabuhan Sungai Pakning saat lonjakan arus Idul fitri,” kata Ardiansyah.
Ke depan, pemerintah daerah berencana memperkuat implementasi sistem ini melalui kerja sama dengan pihak ketiga pengelola aplikasi Trips. Tahapan administratif hingga pengesahan melalui Peraturan Daerah (Perda) akan menjadi landasan agar sistem ini dapat diterapkan secara resmi dan berkelanjutan.
“Pada akhirnya, perubahan di Bengkalis bukan sekadar tentang teknologi, melainkan tentang bagaimana layanan publik dapat ditata ulang dengan lebih manusiawi menghargai waktu, mengurangi beban, dan menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman bagi setiap orang.” pungkasnya.**












