Banner Website
Hukum & Kriminal

Disiplin Tanpa Kompromi: Ka.KPLP Pimpin Razia Hunian Lapas Bengkalis

188
×

Disiplin Tanpa Kompromi: Ka.KPLP Pimpin Razia Hunian Lapas Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Petugas Lapas Kelas IIA Bengkalis menggeledah badan warga binaan saat razia kamar hunian di bawah komando Ka.KPLP sebagai bentuk penegakan disiplin tanpa kompromi dan upaya menjaga keamanan lapas, Jumat (27/03/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Usai Sholat Jum’at mereda, suasana khidmat berganti menjadi langkah-langkah tegas aparat pengamanan. Tanpa jeda, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis bergerak memastikan bahwa ketertiban tidak hanya menjadi wacana, tetapi dijaga melalui tindakan nyata.

Pada Jumat, 27 Maret 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, razia rutin digelar di kamar hunian Blok 16A sebagai upaya menjaga lingkungan tetap steril dari barang terlarang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Diasta Krismayadi, bersama Komandan Jaga Rupam IV. Didukung oleh staf KPLP, petugas blok hunian, serta tim Pengamanan dan Ketertiban (Portatib), pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar warga binaan. Seluruh temuan segera diamankan sesuai prosedur, menjadi bukti bahwa pengawasan berjalan konsisten dan tidak bersifat seremonial.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, baik warga binaan maupun petugas. Ia memastikan setiap bentuk penyelundupan atau penggunaan barang terlarang akan diproses sesuai ketentuan.

“Setiap warga binaan yang kedapatan menggunakan telepon genggam di dalam lapas akan kami tindak tegas sesuai aturan. Barang hasil razia disita dan akan dimusnahkan,” tegas Priyo.

“Razia ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Bengkalis dalam menyemarakkan Hari Bakti Pemasyarakatan 2026. Lebih dari itu, langkah ini menegaskan keseriusan institusi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan dan kerapian lingkungan kerja sebagai fondasi pelayanan publik yang berintegritas.” pungkasnya.**