Rakyat45.com, Bengkalis – Langit masih gelap ketika aparat bergerak menyusuri denyut malam di sejumlah tempat hiburan di Mandau dan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Minggu dini hari (5/4/2026).
Di balik gemerlap lampu dan riuh musik, operasi senyap itu menjadi penanda keseriusan aparat dalam menutup celah peredaran narkotika di kawasan yang kerap luput dari pengawasan publik.
Razia gabungan yang digelar Polres Bengkalis itu tidak sekadar pemeriksaan identitas. Puluhan pengunjung langsung menjalani tes urine di lokasi, sebuah langkah tegas yang menempatkan deteksi dini sebagai garis depan pemberantasan narkoba.
Satu per satu pengunjung diperiksa, sementara petugas menyisir setiap sudut ruangan untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan yang terlewat.
Operasi ini melibatkan lintas satuan, mulai dari Satres Narkoba, Satreskrim, Samapta, Satlantas Polres Bengkalis hingga jajaran Reskrim Polsek Mandau. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh, disertai penggeledahan badan dan pemeriksaan acak terhadap pengunjung di sejumlah tempat hiburan malam.
Hasilnya, tujuh orang terindikasi positif mengonsumsi narkotika jenis pil ekstasi. Temuan tersebut tersebar di beberapa lokasi: satu orang di East Studio, tiga orang di Celcius, dan tiga lainnya di VIP. Sementara itu, pemeriksaan di Golden Supit Km 15 Kulim tidak menemukan adanya pengunjung yang positif narkoba.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian S. Siregar melalui Kasat Samapta AKP Donal JT menegaskan, razia ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk menekan peredaran narkotika, khususnya di tempat hiburan malam yang rawan menjadi titik konsumsi maupun transaksi.
“Razia ini kami lakukan untuk memastikan lingkungan THM bersih dari narkoba. Puluhan pengunjung kami lakukan tes urine di tempat sebagai bentuk deteksi dini,” ujarnya.
Selain penindakan, aparat juga menyampaikan imbauan kepada para pengelola tempat hiburan agar tidak abai terhadap potensi pelanggaran hukum di lingkungan usahanya. Peran aktif pengelola dinilai krusial untuk menutup ruang bagi peredaran narkoba maupun peredaran minuman keras tanpa izin.
Operasi yang berlangsung hingga menjelang pagi itu berjalan aman dan kondusif. Namun, pesan yang ditinggalkan tegas: pengawasan tidak akan berhenti pada satu malam. Kepolisian memastikan razia serupa akan terus digelar secara berkala demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Duri dan sekitarnya.
“Saat ini, tujuh orang yang terindikasi positif tengah menjalani pemeriksaan intensif di Unit Reskrim Polsek Mandau. Polisi juga mendalami hasil tes urine serta menelusuri asal-usul narkotika yang dikonsumsi, termasuk jaringan dan jalur perolehan barang terlarang tersebut,” ungkap AKP Donal.**












