Banner Website
Peristiwa

Galangan Kapal KITB Siak Mulai Dibangun, Serap 200 Tenaga Kerja

123
×

Galangan Kapal KITB Siak Mulai Dibangun, Serap 200 Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Galangan Kapal KITB Siak Mulai Dibangun, Serap 200 Tenaga Kerja
Bupati Siak Dr. Afni Z, Resemikan galangan kapal Rp300 miliar mulai dibangun di KITB Siak, Senin (20/4). R45/Suhardi

Rakyat45.com, Pekanbaru – Galangan kapal KITB Siak resmi mulai dibangun sebagai upaya menghidupkan kembali kawasan industri yang lama tidak berkembang. Proyek ini digadang menjadi penggerak baru ekonomi maritim di Kabupaten Siak.

Pembangunan dilakukan oleh PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) dengan total nilai investasi mencapai lebih dari Rp300 miliar. Pada tahap awal, perusahaan telah merealisasikan dana lebih dari Rp100 miliar, termasuk pembangunan akses jalan sepanjang 1,2 kilometer di dalam kawasan.

Peresmian pembangunan dilakukan langsung oleh Bupati Siak Dr. Afni Z bersama jajaran perusahaan, Forkopimda, DPRD, Kadin Riau, LAM Siak, dan masyarakat setempat.

“Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Saya berterimakasih kepada PT MNS yang dengan berani mengucurkan investasi besar di KITB. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan,” ujar Afni dalam sambutannya, Senin (20/4).

Afni menegaskan, Kawasan Industri Tanjung Buton memiliki potensi besar sebagai pusat distribusi logistik dan industri, baik untuk skala regional maupun internasional. Namun selama ini, kawasan tersebut belum tergarap optimal meski telah memiliki berbagai perangkat pendukung.

“Meski sempat ditinggal dalam kondisi sulit, pelan-pelan KITB kita benahi. Kawasan ini menjadi harga mati untuk terus dikembangkan. Saya juga meminta agar kawasan ini ditata ulang. Investasi dipermudah, proses izin dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi di sini. Saya ingatkan kepada jajaran saya, jangan ada pungli-pungli kepada para investor,” tegasnya.

Ia juga meminta pengelola kawasan mengevaluasi investor lama yang belum merealisasikan pembangunan meski telah menguasai lahan melalui SHGB.

“Saya mau yang seperti ini ditata ulang. Jajaran Direksi KITB harus mengkaji SHGB yang sudah dialihkan. Tenant-tenant yang sudah menguasai lahan itu harus diberi peringatan. Tanyakan kapan bangun? Kalau mereka serius, bantu proses cepat perizinannya. Saya mau tenant tenant yang lain wajib seperti MNS ini. Beberapa bulan yang lalu mereka ekspose rencana bisnis di depan saya, kita yakinkan dan Alhamdulillah hari ini ground breaking. Ini namanya bukan omon-omon,” ujarnya.

Selain mendorong investasi industri, Pemkab Siak juga tengah mengupayakan pengelolaan kembali pelabuhan di kawasan tersebut melalui pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) baru.

“Saya juga mohon doa, agar pelabuhan di kawasan ini kembali kita Kelola. Pasca ambruknya jembatan pelabuhan, saya langsung menghadap Bapak Menteri Perhubungan. Alhamdulillah beliau berjanji pengelolaan kawasan ini akan tetap diberikan kepada BUMD Siak, dengan catatan BUP-nya harus baru. Sekarang ini tengah kita siapkan,” sebut Afni.

Direktur PT MNS Yudi Utomo menyatakan proyek galangan kapal ini akan menyerap sekitar 200 tenaga kerja, dengan prioritas masyarakat lokal yang memiliki keahlian teknis.

“Sejak dibangun hingga beroperasi nanti kami membutuhkan kurang lebih 200 orang tenaga kerja. Spesifikasinya mayoritas tentu tenaga Teknik, terutama teknik pengelasan. Kami mengikuti saran Ibu Bupati untuk memprioritaskan warga Siak,” kata Yudi.

Ia menambahkan, potensi pasar di sektor ini sangat besar. Berdasarkan studi kelayakan, lalu lintas kapal di perairan Riau mencapai lebih dari 8.500 kapal domestik dan ratusan kapal internasional setiap tahun.

“Lokasi ini sangat strategis, apalagi kami percaya komitmen kepemimpinan Ibu Bupati yang ramah investor, makanya kami tidak ragu untuk berinvestasi tahap pertama Rp100 miliar lebih disini. Berdasarkan kajian kami ada 8.539 lalu lintas kapal domestik, dan 331 kapal luar negeri yang keluar masuk Provinsi Riau. Selain itu sampai tahun ini tidak ada galangan kapal lain lagi yang tersedia,” jelasnya.

Untuk mendukung operasional, perusahaan juga membangun fasilitas air bersih mandiri menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) serta infrastruktur jalan di dalam kawasan industri.

“Di sini kami juga membangun fasilitas Reverse Osmosis (RO) untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tantangan membangun di KITB inikan ketersedian air bersih, kami Insyallah mandiri. Begitu juga dengan jalan, setelah mendapat arahan dan dukungan Pemda Siak, kami bangun jalan sekitar Rp1,2 miliar disini,” pungkasnya.***