Rakyat45.com, Penyengat (Kepri) – Pasukan Gasing DMDI Melaka membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Di tengah persaingan ketat yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai daerah dan negara, wakil Malaysia itu sukses merebut podium ketiga pada Pertandingan Gasing Internasional Pulau Penyengat 2026, yang menjadi salah satu agenda unggulan dalam Penyengat Heritage 2026.
Tim Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Melaka dari Kampung Pengkalan Renggam memastikan tempat di tiga besar setelah menjalani empat hari pertandingan yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Penampilan mereka yang konsisten dengan teknik lontaran presisi dan ketahanan gasing yang kuat mendapat apresiasi dari dewan juri maupun penonton.
Pada kompetisi tersebut, Team Pesona dari Tanjung Batu Kundur tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Team Pink Fanter dari Tanjung Batu Kundur, sementara Pasukan Gasing DMDI Melaka, Malaysia, menempati peringkat ketiga. Adapun posisi keempat diraih Team Kopi Pahit dari Tanjungpinang.
Keberhasilan tim asal Melaka itu dinilai menjadi bukti bahwa olahraga tradisional gasing masih mampu bersaing di level internasional sekaligus mempererat hubungan budaya serumpun. Kehadiran peserta dari luar negeri juga memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat pelestarian warisan budaya Melayu di kawasan.
“Semoga kejayaan ini menjadi penyemangat untuk terus mengharumkan nama Melaka dan Malaysia, serta memelihara warisan budaya untuk generasi akan datang,” ujar Zulkahar Tajol bin Hj Ismail, Tim Gasing Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka, Ahad (21/6/2026).
Zulkahar yang juga Ketua Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka, didampingi Suhaimi bin Abdol Samad selaku pengurus tim, mengatakan pencapaian tersebut diraih setelah menghadapi lawan-lawan tangguh dari Indonesia.
“Alhamdulillah tim kami mampu bertahan melawan lawan yang tangguh dari Indonesia, dan kami akan terus menyemangati tim kami untuk terus berlatih,” ucapnya.
Ia menyebutkan, kejayaan ini mencerminkan semangat juang, komitmen, dan kesungguhan pasukan dalam memartabatkan olahraga tradisional gasing di pentas internasional.
“Semoga kejayaan ini menjadi penyemangat untuk terus mengharumkan nama Melaka dan Malaysia serta memelihara warisan budaya untuk generasi akan datang,” harapnya.
Selain menjadi arena kompetisi, Penyengat Heritage 2026 juga diramaikan dengan pertunjukan seni tradisional, pameran sejarah, dan berbagai kegiatan budaya lainnya.
Festival tersebut menjadikan pertandingan gasing sebagai salah satu daya tarik utama sekaligus memperkuat identitas Pulau Penyengat sebagai pusat warisan budaya Melayu.**












