Rakyat45.com, Pekanbaru – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Provinsi Riau mencari pendekatan yang tidak berhenti pada larangan dan sanksi. Gagasan Green for Riau didorong sebagai upaya menjaga ekosistem sekaligus membuka ruang pemanfaatan lingkungan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Pekan Rakyat Lingkungan Hidup bertajuk “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis” yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau di Balai Adat LAM Riau, Jumat (21/8/2026).
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengapresiasi forum yang mempertemukan pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat tersebut. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar perlindungan lingkungan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat melahirkan langkah yang relevan bagi daerah.
“Pemprov Riau mengucapkan apresiasi atas pelaksanaan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup ini,” ujar SF Hariyanto.
Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, telah menetapkan status siaga karhutla sebagai bagian dari langkah menghadapi ancaman kebakaran. Personel dan helikopter disiapkan, sementara modifikasi cuaca dilakukan untuk mendukung upaya penanggulangan.
Namun, penanganan karhutla dinilai membutuhkan strategi yang lebih luas. SF Hariyanto menilai masyarakat perlu memiliki pilihan pemanfaatan kawasan yang tetap memberikan nilai ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Konsep “Green for Riau” kemudian diarahkan sebagai salah satu pendekatan tersebut. Pemanfaatan kawasan gambut secara bijak, menurutnya, dapat menjadi bagian dari solusi dengan menempatkan kepentingan masyarakat dan kelestarian ekosistem dalam satu kerangka.
Kesadaran untuk menjaga lingkungan juga menjadi faktor penting. Karena itu, SF Hariyanto berharap gagasan yang lahir dari Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dapat diterjemahkan menjadi masukan konkret bagi kebijakan pemerintah daerah.
“Dari pertemuan ini, Pekan Raya Lingkungan Hidup bisa digunakan untuk memperkuat kebijakan perlindungan ekologis, untuk menyempurnakan Green for Riau,” katanya.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, yang membuka kegiatan tersebut, turut menyoroti potensi gagasan yang berkembang di Riau. Ia menyebut telah beberapa kali datang ke daerah ini untuk mencari ide yang dapat mendukung perbaikan lingkungan.
“Saya beberapa kali ke Riau, karena daya tarik untuk mendapatkan ide dan gagasan di Riau ini banyak,” ujar Mohammad Jumhur Hidayat.
Ia berharap gagasan dari Riau tidak berhenti dalam forum, melainkan ikut memberi kontribusi terhadap perbaikan kondisi lingkungan. Pekan Rakyat Lingkungan Hidup pun diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat dalam menjawab persoalan ekologis secara berkelanjutan.**












