Banner Website
Ekonomi

Tanam Cabai Nusantara, BUMDes Kuala Alam Tampil sebagai Penggerak Pangan Daerah

27
×

Tanam Cabai Nusantara, BUMDes Kuala Alam Tampil sebagai Penggerak Pangan Daerah

Sebarkan artikel ini
Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Setda Bengkalis Syahrudin, didampingi Camat Bengkalis Taufik Hidayat dan Pj Kades Kuala Alam Norherizal, mengikuti penanaman Cabai Nusantara di lahan BUMDes Kuala Alam, Senin (19/01/2026).(R45/Indra).

Bengkalis, Rakyat45.com – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dan meredam tekanan inflasi daerah menemukan wujud nyatanya di Desa Kuala Alam. Melalui penanaman perdana Cabai Nusantara, BUMDes setempat tampil sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga.

Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, Syahrudin, mengikuti langsung kegiatan Penanaman Bersama Cabai Nusantara yang digelar di lahan pertanian BUMDes Kuala Alam, Jalan Awang Mahmuda, Senin (19/01/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Sejumlah unsur strategis lintas sektor turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bengkalis Sufandi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan yang diwakili Kabid Tanaman Pangan Dr. Rafiani, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Johny Custer, Camat Bengkalis Taufik Hidayat, Dekan FEB Universitas Riau Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, Direktur BUMDes Kuala Alam Bandar Jaya Zulkifli, serta Penjabat Kepala Desa Kuala Alam Norherizal.

Rangkaian acara diawali dengan penanaman simbolis, dilanjutkan penyerahan papan pembangunan potrai kepada kelompok tani yang diwakili Umar dan diserahkan langsung oleh Staf Ahli Bupati. Usai prosesi tersebut, rombongan meninjau lahan pertanian sembari mendengarkan pemaparan teknis mengenai pola tanam, sistem produksi, serta strategi keberlanjutan komoditas cabai yang diterapkan.

Dalam sambutannya, Syahrudin menyampaikan apresiasi atas inisiatif BUMDes Kuala Alam yang dinilai mampu menerjemahkan visi pembangunan desa ke dalam langkah konkret. Menurutnya, penanaman cabai bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan strategi terukur untuk memperkuat ketahanan pangan, menekan laju inflasi, serta membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.

“Desa hari ini tidak lagi berada di pinggiran pembangunan. Ketika BUMDes bergerak dengan perencanaan matang dan kolaborasi yang kuat, desa justru menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Syahrudin.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus mendorong inisiatif serupa agar ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat dikurangi sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis.” terangnya.

Senada dengan itu, Camat Bengkalis Taufik Hidayat menilai langkah BUMDes Kuala Alam sebagai contoh konkret bagaimana desa mampu membaca tantangan ekonomi dan menjawabnya melalui inovasi berbasis potensi lokal. Pengembangan Cabai Nusantara, menurutnya, tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan warga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat kecamatan.

“Program ini menunjukkan bahwa BUMDes bukan sekadar lembaga administratif, melainkan instrumen ekonomi yang hidup dan produktif. Jika pola seperti ini direplikasi di desa-desa lain, Kecamatan Bengkalis akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan tahan terhadap gejolak harga,” ujarnya.

Taufik menegaskan, pemerintah kecamatan siap berperan sebagai penghubung dan fasilitator agar kolaborasi antara desa, OPD, perguruan tinggi, dan dunia usaha terus terjaga. Dukungan kebijakan dan pendampingan menjadi kunci agar inisiatif desa tidak berhenti pada satu program, melainkan berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

“Ketika desa bergerak, kecamatan akan menguat. Inilah arah pembangunan yang ingin kita dorong berangkat dari bawah dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambah Camat Bengkalis.

Sementara itu, Direktur BUMDes Kuala Alam Bandar Jaya, Zulkifli, menjelaskan bahwa unit usaha Cabai Nusantara dirancang sebagai tulang punggung ekonomi desa. Dengan lahan seluas satu hektare dan lebih dari 5.000 batang cabai, BUMDes menargetkan panen hingga lima ton per siklus. Hasil panen grade A dan B akan dipasarkan dengan harga tetap Rp35.000 per kilogram guna menjaga stabilitas harga di Kuala Alam dan sekitarnya.

Tak berhenti pada sektor hulu, BUMDes Kuala Alam juga mengembangkan hilirisasi melalui kemitraan dengan MBG dalam produksi olahan pangan stik ikan lome. Program ini memasok sekitar 200 kilogram bahan baku per minggu ke dapur pengolahan di Riau, sekaligus menyerap lebih dari 30 tenaga kerja harian lokal dengan penghasilan Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari. Dampak ekonomi langsung pun dirasakan oleh rumah tangga warga desa.

Unit usaha lain yang tak kalah strategis ialah layanan internet desa. Saat ini, lebih dari 100 pelanggan telah terlayani dengan omzet Rp15–20 juta per bulan. Jaringan terus diperluas ke desa-desa sekitar melalui skema kemitraan, dengan target kontribusi Pendapatan Asli Desa mencapai Rp50–60 juta. Langkah ini menegaskan transformasi BUMDes sebagai entitas bisnis desa yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kuala Alam, Norherizal, menilai keberhasilan program tersebut merupakan buah kolaborasi lintas sektor yang solid. Dukungan pemerintah daerah, OPD terkait, pendamping desa, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi utama keberlanjutan program.

“Kami berharap kerja sama ini terus menguat, agar Kuala Alam tidak hanya berdaulat secara pangan, tetapi juga tangguh menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi,” ujarnya.

Melalui gerak bersama yang konsisten dan terarah, Desa Kuala Alam kini menapaki jalan menuju desa mandiri tempat inovasi tumbuh, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan menjadi tujuan bersama.**