Hukum & Kriminal

Ruang Dialog Perempuan dan Aparat di Pringsewu untuk Lingkungan yang Lebih Aman

55
×

Ruang Dialog Perempuan dan Aparat di Pringsewu untuk Lingkungan yang Lebih Aman

Sebarkan artikel ini
Ruang Dialog Perempuan dan Aparat di Pringsewu untuk Lingkungan yang Lebih Aman
Kapolres Pringsewu AKBP Yunus Saputra berfoto bersama perwakilan organisasi perempuan usai kegiatan dialog dan silaturahmi di Mapolres Pringsewu, Lampung. ( Davit/Rakyat45.com)

Rakyat45.com, Pringsewu – Upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman tidak hanya bertumpu pada peran aparat penegak hukum. Keterlibatan masyarakat, termasuk organisasi perempuan, dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif terkait ketertiban sosial.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan dialog dan silaturahmi antara perwakilan organisasi perempuan dengan jajaran kepolisian di Pringsewu, Lampung. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka itu menjadi ruang bertukar gagasan mengenai isu sosial, peran keluarga, serta pentingnya komunikasi di tengah masyarakat.

Kapolres Pringsewu AKBP Yunus Saputra mengatakan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga keharmonisan sosial, terutama melalui peran di lingkungan keluarga dan komunitas.

“Perempuan memiliki kedekatan emosional dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dari situ, nilai-nilai ketertiban dan kesadaran hukum bisa tumbuh sejak dini,” ujar Yunus.

Ia menambahkan bahwa kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan edukatif dan dialogis.

“Kami terbuka terhadap masukan dan komunikasi dari berbagai elemen masyarakat. Keamanan akan lebih kuat jika dibangun bersama,” kata dia.

Sementara itu, salah satu perwakilan organisasi perempuan, Siti Nurhayati, menilai pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk saling memahami peran masing-masing.

“Dialog seperti ini membuat kami merasa dilibatkan. Kami bisa menyampaikan pandangan dari masyarakat, sekaligus memahami tantangan yang dihadapi aparat,” ujarnya.

Menurut Siti, organisasi perempuan siap berkontribusi melalui kegiatan edukasi sosial, penguatan peran keluarga, serta penyampaian pesan-pesan positif di lingkungan sekitar.

“Kami lebih sering bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pendekatan yang persuasif dan humanis menjadi kunci untuk menciptakan rasa aman,” tuturnya.

Melalui dialog ini, kedua pihak berharap komunikasi dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan saling mendukung, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga ketertiban bersama.