Ekonomi

Awal 2026 Harga TBS Sawit Riau Menguat, Petani Nikmati Kenaikan

41
×

Awal 2026 Harga TBS Sawit Riau Menguat, Petani Nikmati Kenaikan

Sebarkan artikel ini
Awal 2026 Harga TBS Sawit Riau Menguat, Petani Nikmati Kenaikan
Ilustrasi: Buah sawit Matang. (R45/Free)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Tren positif harga kelapa sawit di Provinsi Riau berlanjut hingga awal tahun 2026. Pemerintah Provinsi Riau resmi menetapkan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) untuk petani sawit mitra swadaya pada periode 14–20 Januari 2026.

Keputusan tersebut dihasilkan melalui rapat penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada Selasa (13/1/2026). Penetapan kali ini dinilai istimewa karena telah menggunakan standar rendemen baru hasil kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, mengatakan pembaruan rendemen bertujuan agar harga TBS mencerminkan kondisi riil produksi dan memberikan kepastian bagi petani.

“Rendemen yang digunakan merupakan hasil kajian terbaru PPKS dan telah disepakati bersama Tim Penetapan Harga,” kata Defris.

Dari hasil penetapan, kenaikan paling menonjol terjadi pada TBS sawit usia 9 tahun. Harga naik Rp20,38 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya dan kini berada di level Rp3.468,17 per kilogram.

Kenaikan tersebut sekaligus menjadi harga tertinggi TBS sawit mitra swadaya di Riau pada awal tahun 2026.

Defris menjelaskan, penguatan harga TBS tidak terlepas dari membaiknya harga komoditas olahan sawit di pasar.

“Harga CPO dan kernel mengalami kenaikan, sehingga ikut mendorong naiknya harga TBS petani,” ujarnya.

Harga CPO tercatat naik sekitar Rp39,40 per kilogram, sementara harga kernel melonjak hingga Rp250,85 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam proses penetapan, sejumlah pabrik kelapa sawit diketahui tidak melakukan transaksi penjualan. Oleh karena itu, tim menggunakan mekanisme sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018, yakni memakai harga rata-rata tim dan referensi KPBN apabila terjadi validasi lanjutan.

Untuk periode ini, harga referensi CPO KPBN berada di angka Rp14.291,67 per kilogram, sedangkan kernel KPBN ditetapkan sebesar Rp11.625 per kilogram.

Sementara itu, Indeks K yang digunakan adalah 93,17 persen untuk satu bulan ke depan, dengan nilai cangkang sebesar Rp25,78 per kilogram.

Dinas Perkebunan Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem penetapan harga agar lebih transparan dan berkeadilan.

“Perbaikan tata kelola ini menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau, demi meningkatkan pendapatan petani sawit,” tegas Defris.

Rincian Harga TBS Sawit Riau (14–20 Januari 2026)

3 tahun: Rp2.681,14/kg

4 tahun: Rp2.993,11/kg

5 tahun: Rp3.215,18/kg

6 tahun: Rp3.339,97/kg

7 tahun: Rp3.414,90/kg

8 tahun: Rp3.456,57/kg

9 tahun: Rp3.468,17/kg

10–20 tahun: Rp3.430,63/kg

21 tahun: Rp3.371,50/kg

22 tahun: Rp3.303,79/kg

23 tahun: Rp3.226,81/kg

24 tahun: Rp3.168,58/kg

25 tahun: Rp3.120,71/kg

Harga penunjang:

CPO: Rp14.204,34/kg

Kernel: Rp11.785,47/kg

Indeks K: 93,17 persen

Cangkang: Rp25,78/kg

Penguatan harga TBS ini diharapkan menjadi angin segar bagi petani sawit Riau dalam menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan di awal tahun 2026.