Banner Website
DaerahLingkungan

31 Komunitas Sungai Digerakkan, DLH Sleman Perkuat Benteng Lingkungan

138
×

31 Komunitas Sungai Digerakkan, DLH Sleman Perkuat Benteng Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanto., saat diwawancarai wartawan di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman, Selasa (3/3/2026)./R45/Ags.w

Rakyat45.com, Sleman – Tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup di Sleman kian terasa seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Sumber air dan ekosistem sungai menjadi sektor yang paling terdampak.

Menjawab situasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman (DLH) terus mendorong terbentuknya komunitas peduli lingkungan sebagai bagian dari strategi pengendalian lingkungan hidup berbasis partisipasi masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Pelaksana Tugas Kepala DLH Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanto, saat memberikan keterangan kepada awak media di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman, Selasa (3/3/2026).

Dalam keterangannya, Sugeng menyampaikan bahwa pengendalian lingkungan hidup merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa tekanan terhadap sumber air dan ekosistem sungai tidak bisa diabaikan di tengah dinamika pertumbuhan wilayah.

Sugeng menambahkan bahwa melalui pendekatan berbasis masyarakat, pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong terbentuknya komunitas peduli lingkungan termasuk komunitas sungai yang sangat berperan dalam pemantauan kondisi lingkungan secara partisipatif, kegiatan bersih sungai dan pengurangan sampah, edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar dan pelaporan indikasi pencemaran kepada instansi terkait,” jelasnya.

“Lebih lanjut, ia menjelaskan upaya tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Sugeng menyebut, pemerintah Kabupaten Sleman juga terus melakukan penguatan melalui pembinaan komunitas lingkungan hidup, fasilitas kegiatan bersih sungai dan konservasi sungai, edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan meningkatkan kesadaran dan literasi lingkungan di tingkat lokal.

“Komitmen – komitmen tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat dan lestari bagi generasi saat ini maupun yang akan datang,” bebernya, kepada Rakyat45.com.

Menurut Sugeng, harapan dan perhatian utama saat ini adalah bagaimana peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada kualitas sungai dan lingkungan hidup dapat diimbangi dengan pengelolaan sampah domestik dan limbah yang lebih bertanggung jawab.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa DLH Kabupaten Sleman masih aktif menggelar kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim) dengan mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam aksi adaptasi dan mitigasi iklim dalam bentuk kegiatan sosialisasi proklim, biopori, menanam pohon, pemberian bibit tanaman untuk menambah luas vegetasi dan pembinaan proklim di 7 lokasi.

Sementara ini, “Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) ada 31 yang tersebar di 11 Kapanewon/Kecamatan dan mereka merupakan mitra strategis pemerintah daerah dan pengendalian lingkungan hidup berbasis masyarakat,” tutup Sugeng.**