Banner Website
Nasional

Kapolri Mengantar Eyang Meri ke Pemakaman, Keteladanan Tak Pernah Padam di Polri

153
×

Kapolri Mengantar Eyang Meri ke Pemakaman, Keteladanan Tak Pernah Padam di Polri

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir memberi penghormatan terakhir dalam prosesi pemakaman Eyang Meri di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama. Bogor, Rabu(4/1/26)./R45/Humas.

Jakarta, Rakyat45.com – Keheningan menyelimuti prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri sosok sederhana namun berpengaruh, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor,

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir memberi penghormatan terakhir kepada figur moral yang jejak pesannya terus hidup dalam tubuh Polri.

Bagi Jenderal Sigit, kepergian Eyang Meri bukan sekadar kehilangan seorang tokoh teladan, melainkan meninggalkan warisan nilai yang membekas kuat. Dalam sejumlah pertemuan, almarhumah kerap menyampaikan pesan moral yang sederhana namun tegas pesan yang kini menjelma inspirasi bagi keluarga besar Korps Bhayangkara.

“Beliau selalu mengingatkan kami untuk menjadi polisi yang baik, berintegritas, serta mampu melindungi dan mengayomi masyarakat,” ujar Kapolri usai mengikuti prosesi pemakaman.

Kenangan itu semakin terasa mendalam ketika Sigit mengenang momen melayat ke rumah duka. Pada kesempatan tersebut, keluarga memperdengarkan rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan khusus bagi Polri sebuah suara lembut yang sarat keteguhan nilai.

“Tadi malam kami mendengarkan langsung rekaman suara beliau. Pesannya jelas, jadilah teladan dan mulailah perubahan dari diri sendiri. Bagi kami, itu bukan sekadar pesan, melainkan spirit yang terus menyala,” ungkap Sigit.

Kapolri menegaskan, pesan-pesan tersebut merupakan amanah sekaligus wasiat moral yang harus dijaga dan terus dikumandangkan. Nilai-nilai itu, menurutnya, menjadi pengingat bagi seluruh insan Polri di mana pun bertugas untuk tetap setia pada cita-cita luhur institusi.

“Beliau selalu menitipkan satu pesan penting: jaga institusi Polri. Jaga marwah dan kehormatannya,” tutur Sigit.

Makna pesan Eyang Meri, lanjut Kapolri, menegaskan kembali jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sejalan dengan tugas pokok dan doktrin pengabdian demi terciptanya tata tentrem kerta rahardja.

“Kami mengenang Eyang Meri bersama warisan nilai yang ditinggalkan Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri. Terima kasih atas keteladanan yang telah diberikan. Warisan itu akan terus menjadi api yang menggelora di hati keluarga besar Polri untuk menjaga amanah dan kehormatan institusi,” pungkas Jenderal Sigit.**