Banner Website
Nasional

Retret Kemenhan Perkuat Pers Bela Negara, Ketua PWI Bengkalis Turut Ambil Bagian

233
×

Retret Kemenhan Perkuat Pers Bela Negara, Ketua PWI Bengkalis Turut Ambil Bagian

Sebarkan artikel ini
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis, Adi Putra, bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia dalam rangkaian kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara PWI 2026 yang digelar Kementerian Pertahanan RI di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (31/1/26)./R45/PWI.

Bogor, Rakyat45.com – Komitmen insan pers dalam menjaga nilai kebangsaan kembali ditegaskan melalui keikutsertaan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis, Adi Putra, dalam Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI).

Retret yang berlangsung selama empat hari, sejak 29 Januari hingga 1 Februari 2026, dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kemenhan RI, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti 160 wartawan anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan nasionalisme, serta meneguhkan peran pers sebagai pilar demokrasi dan penjaga kepentingan nasional.

Melalui retret ini, para jurnalis mendapatkan pembekalan komprehensif terkait nilai-nilai bela negara, dinamika pertahanan nasional, serta tantangan global yang memengaruhi stabilitas bangsa.

Selain materi strategis di lingkungan Pusdiklat Bela Negara, peserta juga mengikuti pelatihan menembak di Markas Kopassus Cijantung. Kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan disiplin, ketangguhan mental, dan pemahaman dasar pertahanan negara kepada insan pers.

Retret PWI 2026 menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara sebagai narasumber, antara lain Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, Kementerian Koperasi dan UMKM, BNPB, serta unsur Polri yang diwakili oleh Divisi Humas Polri dan Karopenmas Mabes Polri.

Dalam pembekalannya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya menjaga nasionalisme dan patriotisme, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan dinamika global yang terus berkembang. Menurutnya, pers memegang peran strategis dalam menjaga kepentingan nasional melalui pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab.

“Insan pers harus selalu mengikuti perkembangan informasi. Kita tidak boleh tertinggal dan harus menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga kepentingan nasional,” ujar Sjafrie saat memberikan pembekalan di Pusat Kompetensi Bela Negara, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

Sebelum menyampaikan materi, Sjafrie menerima paparan dari Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigjen TNI Ferry Trisnaputra mengenai tata letak kawasan pelatihan, pelaksanaan program, serta rencana pengembangan sarana latihan Komponen Cadangan.

Memasuki hari ketiga retret, Menhan RI hadir secara langsung untuk menyampaikan apresiasi atas semangat dan kedisiplinan para jurnalis. Ia menegaskan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara, sebagaimana diamanatkan Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945, baik dalam menghadapi ancaman militer maupun nonmiliter.

Sjafrie juga menyoroti peran strategis insan pers dalam menghadapi perang opini. Wartawan dituntut mampu membaca situasi, menangkal disinformasi, serta menyampaikan informasi yang berpihak pada kepentingan nasional tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip jurnalistik.

Selain itu, ia menekankan pentingnya disiplin dan nasionalisme di era digitalisasi, seraya berharap PWI tetap konsisten menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan hari tersebut ditutup dengan makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan.

Retret PWI 2026 secara resmi ditutup pada Minggu (1/2/2026). Upacara penutupan dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemenhan, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, di Lapangan Tembak Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Bogor.

Penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta, penyematan brevet bela negara, serta penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus sebagai Kader Bela Negara.

Dalam sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan yang dibacakan Kepala BPSDM Pertahanan, Kemenhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan komitmen para wartawan selama mengikuti retret. Pers dinilai memiliki posisi strategis dalam menopang kualitas demokrasi serta membangun kesadaran kebangsaan melalui pemberitaan yang berimbang, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua PWI Bengkalis Adi Putra menilai retret ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran wartawan di tengah dinamika kebangsaan yang terus berkembang.

“Wartawan tidak hanya dituntut profesional dalam kerja jurnalistik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan. Retret ini menjadi sarana penguatan nasionalisme dan profesionalisme agar wartawan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta berpihak pada kepentingan bangsa dan negara,” ujar Adi Putra. melalui chat WhatsApp kepada Rakyat45.com, Senin, (1/2/2026).