Banner Website
Ragam

Mengangkat Marwah Melayu, Polres Bengkalis Kenakan Tanjak dan Selempang Secara Resmi

158
×

Mengangkat Marwah Melayu, Polres Bengkalis Kenakan Tanjak dan Selempang Secara Resmi

Sebarkan artikel ini
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menyaksikan Ketua Bhayangkari Cabang Bengkalis, Lia Fahrian, saat memasangkan selempang kepada personel dalam Apel Launching Tanjak dan Selempang di halaman Mapolres Bengkalis, Jumat (20/2/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Bengkalis – Semangat menjaga marwah Melayu menemukan wujud nyata di halaman Markas Polres Bengkalis. Melalui apel yang sarat makna budaya, institusi kepolisian di Negeri Junjungan itu resmi mengenakan tanjak dan selempang sebagai bagian dari penguatan identitas berbasis kearifan lokal, Jumat (20/2/2026).

Apel Launching Pemasangan Tanjak dan Selempang tersebut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis, Datuk Sri Ilham M. Nur, Wakapolres Bengkalis, para Pejabat Utama, serta seluruh personel. Momentum ini menjadi penanda komitmen bersama dalam merawat jati diri institusi melalui sentuhan adat Melayu.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menegaskan bahwa tanjak dan selempang bukan sekadar atribut pelengkap seragam, melainkan simbol yang mengandung pesan moral dan tanggung jawab besar bagi setiap insan Bhayangkara.

“Tanjak melambangkan marwah, keteguhan prinsip, dan kebijaksanaan dalam bertindak. Sementara selempang adalah simbol amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan penuh integritas,” ujar Kapolres dalam amanatnya.

Menurutnya, tanjak yang dikenakan di kepala bukan sekadar kain berlipat indah, tetapi pengingat agar setiap keputusan lahir dari akal sehat, hati nurani, serta pijakan hukum yang kokoh.

“Selempang yang membentang di pundak menjadi simbol bahwa setiap kewenangan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan secara kedinasan, moral, hingga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Pesan tersebut mempertegas arah kepemimpinan yang menempatkan kehormatan institusi di atas kepentingan pribadi. Setiap personel dituntut berpikir jernih, arif dalam bertindak, serta menjunjung tinggi nilai adat Melayu sebagai ruh pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan dimulainya pemasangan tanjak dan selempang secara resmi, Polres Bengkalis menandai babak baru menghadirkan wajah kepolisian yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga berakar kuat pada nilai budaya dan marwah Melayu,” pungkas Kapolres AKBP Fahrian.**