Banner Website
Peristiwa

Blokade Jalan di Pekanbaru Ganggu Pedagang, Omzet Anjlok

78
×

Blokade Jalan di Pekanbaru Ganggu Pedagang, Omzet Anjlok

Sebarkan artikel ini
Blokade Jalan di Pekanbaru Ganggu Pedagang, Omzet Anjlok
Pedagang UMKM di jalan Cut Nyak Dien. (R45/Made)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Aksi blokade jalan oleh massa penolak relokasi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di samping Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, berdampak langsung pada aktivitas pedagang kuliner di sekitar lokasi.

Sejumlah pedagang mengaku kehilangan tempat berjualan karena area yang biasa digunakan kini ditempati massa aksi untuk mendirikan tenda dan beristirahat.

Rani, salah satu pedagang, mengaku kesulitan mencari lokasi baru untuk berjualan pada Senin (13/4/2026) malam.

“Biasanya kan jualan di dekat Drive Thru BRK Syariah, tapi karena ramai pendemo, jadinya saya harus cari tempat baru,” kata Rani.

Selain itu, penutupan akses jalan juga membuat jumlah pembeli menurun drastis. Arus lalu lintas dari arah Jalan Sudirman menuju kawasan kuliner tidak bisa dilalui karena diblokade.

“Jalan dari arah Sudirman ke pasar kuliner ditutup. Mereka berdirikan tenda di tengah jalan kaya gitu, ya pembeli jadi tidak mampir ke lokasi jualan kami,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Zaki, yang biasanya memanfaatkan area sekitar pagar samping Kantor Gubernur Riau sebagai tempat parkir.

“Biasa kami parkir di pagar samping kantor Gubernur. Karena jalan diblokade mereka, jadinya parkiran kami jauh,” ungkapnya.

Zaki menilai aksi tersebut merugikan pedagang kecil karena mengganggu aktivitas ekonomi dan ketertiban umum.

“Kalau kaya gini, kan yang rugi kami pedagang. Tujuan mereka kesini mau memperjuangkan hak mereka, kalau kondisinya kaya gini, malah terkesan menghalangi rezeki orang dan mengganggu ketertiban umum,” pungkasnya.

Aksi blokade ini dilakukan setelah tuntutan massa untuk menggelar pertemuan daring dengan Presiden RI Prabowo Subianto tidak terpenuhi.

Massa kemudian mendirikan tenda, dapur umum, hingga toilet portabel di sekitar Masjid Al Hidayah, Komplek Kantor Gubernur Riau.

Informasi yang dihimpun, aksi tersebut direncanakan berlangsung hingga Sabtu, 18 April 2026.***