Banner Website
Daerah

Bupati Afni Hidupkan Kembali Pawai Obor 1 Muharam, 1.200 Peserta Semarakkan Kota Siak

23
×

Bupati Afni Hidupkan Kembali Pawai Obor 1 Muharam, 1.200 Peserta Semarakkan Kota Siak

Sebarkan artikel ini
Pawai Obor 1 Muharam Kembali Digelar di Siak
Bersama Bupati Siak Afni Zulkifli dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Siak laksanakan Tradisi Pawai Obor menyambut Tahun Baru Islam kembali digelar di Kabupaten Siak. (R45/Suhardi)

Rakyat45.com, Siak – Tradisi Pawai Obor menyambut Tahun Baru Islam kembali digelar di Kabupaten Siak setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan. Sebanyak 1.200 peserta memadati kawasan depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah dalam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Siak.

Bupati Siak Afni menyebut kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam sekaligus memperkuat syiar keagamaan di tengah generasi muda.

“Alhamdulillah, pada malam hari ini kita dapat melaksanakan kegiatan perdana dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya kita untuk menghidupkan kembali pawai obor di Kabupaten Siak. InsyaAllah kita akan terus maksimalkan ke depan,” ujar Afni kepada Rakyat45.com, Senin (15/6/2026) malam.

Menurutnya, pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana untuk membiasakan anak-anak dan remaja lebih dekat dengan masjid serta kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, zikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an.

Afni menegaskan, keberhasilan pembinaan generasi muda tidak terlepas dari dukungan orang tua dan peran guru di lingkungan sekolah.

“Mari kita ringankan langkah kita menuju masjid dan surau. Biasakan anak-anak kita dengan zikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an. InsyaAllah, kita berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” lanjutnya.

Selain sebagai syiar Islam, Afni mengingatkan bahwa pawai obor memiliki nilai historis yang erat dengan kehidupan masyarakat Melayu tempo dulu sebelum hadirnya listrik.

“Dulu masyarakat menggunakan obor karena belum ada listrik. Nilai sejarah ini yang ingin kita hidupkan kembali sebagai bagian dari tradisi dan syiar Islam,” jelasnya.

Suasana malam pergantian tahun Hijriah di Kota Siak berlangsung meriah. Cahaya obor yang dibawa peserta membentuk iring-iringan panjang di depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah, sementara lantunan salawat mengiringi langkah para peserta.

Ribuan warga dari berbagai kalangan turut menyaksikan kegiatan tersebut. Anak-anak, pelajar, remaja hingga orang tua memenuhi sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan tradisi yang kembali dihidupkan di Kota Pusaka.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Siak Muhamad Tarmizi mengatakan peserta pawai berasal dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Siak, Mempura, dan Bungaraya.

“Adapun untuk peserta dari tiga jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Siak, Mempura, dan Bungaraya, yakni tingkat SD dan MI sebanyak 10 sekolah, tingkat SMP dan MTs sekitar 7 sampai 8 sekolah, serta tingkat SMA, SMK dan MA sebanyak 3 sekolah. Secara keseluruhan peserta pawai obor ini berjumlah kurang lebih 1.200 orang,” ujarnya.

Dalam perlombaan pawai obor, juara tingkat SD/MI diraih SDN 3 Kampung Dalam Siak, tingkat SMP/MTs dimenangkan SMP Negeri 1 Siak, sedangkan kategori SMA/SMK/MA diraih SMA Islamic.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Tablig Akbar yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar. Acara diisi tausiah agama oleh Ustadz Tito Hartoto, dilanjutkan zikir dan doa bersama untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.***