Banner Website
Daerah

GPPMP Sleman-Bantul Dikukuhkan, UMKM Jadi Ruang Kolaborasi Baru

22
×

GPPMP Sleman-Bantul Dikukuhkan, UMKM Jadi Ruang Kolaborasi Baru

Sebarkan artikel ini
Siti Nuryani menandatangani surat perjanjian sebagai Ketua DPC GPPMP Bantul di hadapan Ketua DPD GPPMP Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (5/8/2026)./R45/Agus.

Rakyat45.com, Yogyakarta – GPPMP Sleman dan Bantul memasuki babak baru kepengurusan dengan membawa agenda yang tidak berhenti pada konsolidasi organisasi. Pelantikan pengurus periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperluas peran organisasi melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan solidaritas, serta kolaborasi dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (DPC GPPMP) Kabupaten Sleman dan Bantul resmi dilantik Ketua DPD GPPMP Daerah Istimewa Yogyakarta, Albert Yusuf Langke, S.E., M.Sc., M.Th., di Joglo Resto Dalem Jeron Beteng, Yogyakarta, Rabu (5/8/2026).

Pelantikan tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan 40 tahun GPPMP dengan semangat persatuan dan kemajuan Indonesia. Momentum itu sekaligus mempertegas arah organisasi untuk mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Irfansah Hutagalung, S.E., dipercaya memimpin DPC GPPMP Kabupaten Sleman untuk masa bakti 2026–2031. Ia mendorong pengurus baru menjaga nilai-nilai perjuangan organisasi sekaligus menyusun kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami ingin menjadikan DPC GPPMP Sleman sebagai wadah yang aktif, inklusif, dan siap berkolaborasi demi kemajuan bersama,” ujar Irwansyah Hutagalung, S.E., M.A., M.Si.

Arah kepengurusan Sleman selanjutnya mencakup tiga bidang utama, yakni pemberdayaan masyarakat, penguatan solidaritas organisasi, serta kontribusi dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

Pada momentum yang sama, DPC GPPMP Kabupaten Bantul juga mengukuhkan Siti Nuryani, S.Pd., sebagai ketua untuk periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut dilakukan bersamaan oleh DPD GPPMP DIY.

UMKM Masuk Agenda Kolaborasi

Rangkaian pelantikan kemudian bergerak ke pembahasan ekonomi kreatif melalui talkshow bertema bisnis kreatif dan UMKM. Forum ini menghadirkan Purdiyanto, S.E., dari Kulon Progo, bersama pelaku UMKM dari Bantul dan Yogyakarta.

Purdiyanto memaparkan perkembangan industri serta peluang bisnis yang dapat dikembangkan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, terutama untuk menghadapi pertumbuhan sektor pariwisata yang membutuhkan kreativitas dan kemampuan adaptasi.

Pengalaman membangun usaha menjadi salah satu contoh yang dibagikannya kepada peserta. Purdiyanto menceritakan pengembangan budidaya buah, mulai dari kelengkeng hingga alpukat. Hasil produksi alpukat kemudian dikembangkan menjadi produk sabun mandi alami dan sabun cair.

“Bahwa kreativitas, inovasi, dan keberanian mengambil peluang menjadi kunci daya saing dalam industri kreatif saat ini,” ungkapnya.

Pembahasan berlanjut melalui sesi tanya jawab yang melibatkan pengurus, anggota, dan tamu undangan. Peserta menggali berbagai peluang pengembangan usaha kreatif, terutama yang berkaitan dengan pariwisata dan produk kerajinan.

Forum tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara organisasi, pelaku UMKM, dan masyarakat. Potensi ekonomi lokal di Kulon Progo, Bantul, serta wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan melalui inovasi, jejaring, dan kerja bersama.

Pelantikan kepengurusan baru GPPMP Sleman dan Bantul akhirnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi. Momentum tersebut sekaligus mempertemukan konsolidasi internal dengan gagasan pemberdayaan masyarakat, menjadikan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai salah satu ruang nyata untuk memperkuat kontribusi organisasi di tingkat daerah.**