RAKYAT45.COM – Anggaran revitalisasi sekolah di Pekanbaru mencapai Rp17 miliar. Dana dari pemerintah pusat itu dianggarkan untuk 16 sekolah. Namun, tidak ada alokasi untuk meubelair seperti kursi dan meja, padahal penggantian kursi dan meja belajar disebut sebagai kebutuhan mendesak selain perbaikan gedung.
Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Pekanbaru karena sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri di Pekanbaru masih menghadapi persoalan meubelair yang telah digunakan bertahun-tahun. Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Abidin mengatakan salah satu contoh terlihat di SMPN 8 Pekanbaru.
Sejumlah meja dan kursi siswa dilaporkan rusak. Bahkan, terdapat meja yang diperbaiki sementara menggunakan material seadanya agar tetap bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.
Pramono Tak Izinkan ASN DKI Poligami, PDIP: Setuju karena Berpotensi Korupsi
2 Februari 2025“Sampai hari ini, kami belum dapatkan laporan resmi dari Disdik. Termasuk untuk pembelian meubelair baru, kami tidak tahu pasti. Karena setahu kami, itu berdasarkan PKS (pengajuan kebutuhan sekolah),” kata Tekad, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Tekad, kebutuhan meubelair semestinya menjadi bagian yang perlu diperiksa kembali mengingat jumlah sekolah negeri di Pekanbaru cukup banyak. “Dari puluhan SMPN dan ratusan SDN, tidak mungkin sekolah itu tidak mengajukan pembelian meubeler baru,” kata dia.
Tekad menegaskan akan melakukan pengecekan kepada Disdik Pekanbaru untuk memastikan apakah kebutuhan meja dan kursi siswa telah masuk dalam perencanaan pengadaan. “Tapi ini nanti kita kroscek lagi ke Disdik,” katanya.
Ia menyebut kebutuhan meubelair baru bukan persoalan yang muncul tahun ini.***












