Rakyat45.com, Bengkalis – Garis pantai Dusun Penurun, Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menghadapi tekanan abrasi yang mulai mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mendapat perhatian Lanal Dumai karena kerusakan pesisir dinilai telah berkembang menjadi ancaman ekologis yang membutuhkan penanganan serius.
Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji bersama rombongan melihat langsung kondisi kawasan tersebut, Selasa (15/9/2026). Peninjauan dilakukan setelah Lanal Dumai menggelar bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat.
“Ini sudah darurat abrasi, bahkan bisa kita katakan sebagai bencana ekologis,” ujar Agung saat meninjau kawasan pesisir tersebut.
Menurut Agung, persoalan tersebut tidak berhenti pada perubahan garis pantai. Kerusakan kawasan pesisir dapat berpengaruh terhadap ekosistem dan masyarakat yang hidup serta beraktivitas di sekitarnya.
Pandangan itu menjadi bagian dari perhatian Lanal Dumai terhadap berbagai ancaman yang dihadapi masyarakat pesisir. Tugas TNI Angkatan Laut, kata Agung, juga bersentuhan dengan upaya menjaga lingkungan di kawasan yang menjadi ruang kehidupan masyarakat.
“Angkatan Laut, khususnya Lanal Dumai, selalu peduli dan selalu hadir dalam upaya mengatasi berbagai ancaman tersebut, termasuk ancaman terhadap lingkungan dan wilayah pesisir,” katanya.
Ancaman Karhutla dan El Nino, Kapolda Riau Ingatkan Dampak Ekonomi
14 April 2026Agung menyebut penanganan abrasi membutuhkan tindakan nyata, termasuk memperkuat vegetasi pesisir. Salah satu langkah yang telah dilakukan Lanal Dumai ialah penanaman mangrove di Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.
“Seperti dua bulan yang lalu di Rupat Utara, tepatnya di Tanjung Lapin, kami mengadakan penanaman mangrove bersama unsur dari Bank Indonesia,” ungkapnya.
Penanaman tersebut menjadi bagian dari mitigasi untuk membantu menjaga ekosistem pesisir. Namun, keberlanjutan perlindungan kawasan pantai membutuhkan dukungan lebih luas agar langkah yang dilakukan tidak bersifat sporadis.
Karena itu, Agung mendorong sinergi antara pemerintah, TNI, lembaga terkait, dunia usaha dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menyusun langkah perlindungan pesisir yang konsisten dan berjangka panjang.
Peninjauan tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut tahun 2026. Pada kesempatan yang sama, Lanal Dumai menyerahkan 105 paket sembako dan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga Dusun Penurun.
Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan dua kebutuhan yang berjalan beriringan: membantu masyarakat secara langsung sekaligus melihat persoalan yang mengancam lingkungan tempat mereka tinggal.
Bagi Lanal Dumai, temuan tersebut menjadi dasar penting untuk terus mendorong perhatian bersama terhadap kawasan pesisir Bengkalis, sehingga upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.**












