Banner Website
Peristiwa

MTQ Riau dan Pacu Jalur Tetap Digelar di Kuansing di Tengah Isu OTT KPK, Bupati dan Ketua DPRD Absen

×

MTQ Riau dan Pacu Jalur Tetap Digelar di Kuansing di Tengah Isu OTT KPK, Bupati dan Ketua DPRD Absen

Sebarkan artikel ini
MTQ Riau 2026 Tetap Digelar di Tengah Isu OTT KPK Kuansing
Malam ini tim KPK masih di Rumah Dinas Sekda Kuansing, Senin (29/6/2026) pukul 19.57 WIB. (R45/y)

Rakyat45.com, Kuansing – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-44 yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tetap berlangsung hingga Senin (29/6/2026) malam, bersamaan dengan final Lomba Festival Pacu Jalur Rayon II. Dua agenda besar tersebut masih berjalan meskipun beredar kabar bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kuansing.

Namun, absennya sejumlah pimpinan daerah pada dua agenda tersebut memunculkan perhatian publik. Biasanya, Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Ketua DPRD Kuansing Juprizal hampir tidak pernah absen menghadiri malam final ajang bergengsi tersebut.

Sebelum isu OTT KPK di Kuansing beredar, Bupati Suhardiman Amby diketahui membuka gelaran MTQ Ke-44 Tingkat Provinsi Riau pada Sabtu (27/6/2026). Saat itu, Bupati Kuansing dan seluruh kepala daerah se-Riau menyaksikan Pawai Ta’aruf dan penampilan empat tim drumband yang dipusatkan di panggung utama Jalan Ahmad Yani.

“Total 16 ribu peserta yang terlibat dalam pawai Ta’aruf. Sebanyak 8 ribu kafilah dari daerah peserta dan 8 ribu dari tuan rumah,” ujar Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.

MTQ Ke-44 Tingkat Provinsi Riau tersebut diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Riau. Selain menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, penyelenggaraan MTQ tahun ini juga menjadi momentum bagi Kuansing untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus membuktikan prestasi kafilahnya di tingkat provinsi.

“Sebagai tuan rumah, Kuansing berharap dukungan masyarakat dapat menjadi suntikan semangat bagi para qari dan qariah untuk tampil maksimal dan mewujudkan target merebut gelar juara umum di kandang sendiri,” ujar Suhardiman Amby.

Sementara itu, kabar mengenai OTT KPK di Kuansing mulai mencuat pada Senin (29/6/2026) siang. Pantauan di Rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, di Jalan Sisingamangaraja, Teluk Kuantan, terlihat sedikitnya lima unit kendaraan terparkir di halaman rumah dinas. Seorang petugas Satpol PP yang berjaga membenarkan bahwa Sekda sedang menerima tamu, namun ia mengaku tidak mengetahui identitas tamu yang datang.

“Pak Sekda sedang menerima tamu. Saya tidak tahu siapa tamunya,” ujar petugas Satpol PP yang berjaga kepada Rakyat45.com.

Meski demikian, suasana di rumah dinas tampak lengang. Sekitar pukul 12.40 WIB, seorang pria mengenakan rompi berwarna khaki terlihat berbicara melalui telepon di halaman rumah dinas, namun sesaat setelah menyadari kehadiran wartawan, pria tersebut langsung masuk kembali ke dalam rumah.

Tribunpekanbaru.com juga menelusuri keberadaan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, namun rumah dinas bupati terlihat sepi tanpa aktivitas. Kondisi serupa juga tampak di ruang kerja Bupati di Kantor Bupati Kuansing. Rumah dinas dan ruang kerja Wakil Bupati Kuansing, Mukhlisin, juga terlihat lengang. Nomor kontak Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD juga tidak dapat dihubungi.

Seorang pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing yang kerap mendampingi Bupati Suhardiman Amby mengaku terakhir kali bertemu dengan orang nomor satu di Kuansing tersebut pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, kata dia, Bupati baru saja menghadiri pelantikan sebagai Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

“Terakhir saya melihat Pak Bupati sekitar pukul 23.00 WIB setelah pelantikan Ketua PPM. Wajah Pak Bupati tampak lesu dan risau, tidak seperti biasanya yang selalu terlihat semangat,” ujar pejabat tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kuansing, H Heri Antoni, mengaku belum memperoleh informasi mengenai kabar OTT KPK tersebut.

“Saya belum mendapatkan informasi terkait kabar itu. Kita tunggu saja keterangan resmi dari pihak yang berwenang,” kata Heri Antoni.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari KPK maupun Pemerintah Kabupaten Kuansing terkait informasi dugaan OTT tersebut. Rakyat45.com masih berupaya mengonfirmasi sejumlah pihak untuk memperoleh informasi lebih lanjut.***