Banner Website
Ekbis

Perjuangan Nurmini Membangun Azikra Food and Drink Berkat QRIS BRI dan Digitalisasi UMKM

79
×

Perjuangan Nurmini Membangun Azikra Food and Drink Berkat QRIS BRI dan Digitalisasi UMKM

Sebarkan artikel ini
Perjuangan Nurmini Membangun Azikra Food and Drink Berkat QRIS BRI dan Digitalisasi UMKM
Nurmini Asmar Sedang membuat Pesanan Pembeli. (R45/Marianus)

Perjuangan seorang ibu membangun usaha kuliner dari masa pandemi hingga mampu menghidupi keluarga dan memanfaatkan digitalisasi perbankan sebagai penopang pertumbuhan usahanya.

RAKYAT45.COM – Di antara riuhnya bazar dan aroma bakso yang mengepul dari dapur sederhana, Nurmini Asmar tak sekadar menyajikan makanan. Di setiap mangkuk yang ia hidangkan, tersimpan cerita tentang ketekunan, keberanian memulai dari nol, dan perjuangan seorang ibu yang tak ingin menyerah pada keadaan.

Empat tahun lalu, ketika pandemi COVID-19 membuat banyak orang kehilangan kepastian, Nurmini justru menemukan jalan hidup baru. Berbekal kegemaran memasak yang selama ini hanya menjadi aktivitas di rumah, ia memberanikan diri membuka usaha kuliner yang kini dikenal sebagai Azikra Food and Drink.

“Saat pandemi saya mulai belajar memasak lebih serius. Dari situ muncul ide untuk membuka usaha kuliner. Awalnya hanya menjual bakso, sekarang menunya sudah semakin beragam,” tutur Nurmini.

Perjalanan itu tentu tidak langsung mulus. Pada masa awal, ia hanya menawarkan satu menu andalan berupa bakso pedas. Seiring waktu, ia mulai menambah berbagai variasi makanan mengikuti selera pelanggan yang terus berkembang.

Tidak seperti restoran yang menetap di satu lokasi, Azikra Food and Drink justru tumbuh bersama keramaian. Bazar demi bazar menjadi ruang bagi Nurmini memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Ketika tidak ada kegiatan bazar, pesanan tetap datang melalui WhatsApp dan media sosial. Sebagian produk bahkan diantarkan secara berkeliling menggunakan sepeda motor ke sejumlah titik keramaian di sekitar tempat tinggalnya.

Semua itu pernah ia jalani seorang diri. Hingga akhirnya, perkembangan usaha menghadirkan tanggung jawab baru.

Sekitar empat bulan terakhir, Nurmini mulai memperkerjakan tiga tenaga kerja lepas untuk membantu proses produksi hingga penjualan. Bagi dirinya, bertambahnya karyawan bukan hanya pertanda usaha berkembang, tetapi juga kesempatan berbagi rezeki kepada orang lain.

Di balik kesibukan melayani pelanggan, ada alasan yang membuat Nurmini tetap bertahan menghadapi naik turunnya usaha. Azikra Food and Drink telah menjadi penyangga kehidupan keluarganya.

Dari usaha sederhana inilah ia membiayai pendidikan keempat anaknya. Dua di antaranya kini sedang menempuh pendidikan tinggi, sementara dua lainnya masih duduk di bangku sekolah.

Pendapatan yang diperoleh memang tidak selalu sama. Ramainya bazar, lokasi berjualan, hingga musim tertentu sangat memengaruhi omzet harian. Ada hari ketika penjualan hanya menghasilkan sedikit keuntungan, tetapi ada pula saat-saat ramai yang mampu mendatangkan omzet hingga jutaan rupiah.

Di tengah aktivitas usahanya, Nurmini juga mengikuti perubahan cara masyarakat bertransaksi. Sebagai nasabah BRI sejak pertama kali memiliki KTP, ia mulai menggunakan QRIS BRI sekitar tiga tahun lalu.

Menurutnya, proses pengajuan QRIS berlangsung sangat mudah.

“Pengurusannya sangat mudah. Bahkan saat pertama kali mengajukan, petugas BRI mengantarkan QRIS langsung ke rumah. Ketika QRIS saya sempat rusak, saya cukup menghubungi pihak BRI. Dalam waktu sekitar tiga hari sudah diganti,” katanya.

Bagi pelaku usaha yang setiap hari melayani banyak pelanggan, pembayaran digital menjadi solusi yang semakin dibutuhkan. Pembeli tidak lagi harus menyiapkan uang tunai, sementara pedagang dapat menerima pembayaran dengan lebih praktis.

“Pembayaran jadi lebih mudah. Pembeli tidak perlu membawa uang tunai, kami juga lebih praktis menerima pembayaran,” ujarnya.

Meski demikian, Nurmini berharap proses pencairan dana transaksi QRIS dapat berlangsung lebih cepat.

“Kalau bisa pencairannya lebih cepat. Kadang pembayarannya sudah masuk, tetapi dananya baru masuk ke rekening keesokan harinya. Walaupun selama ini tidak pernah ada dana yang hilang,” katanya.

Cerita Nurmini menjadi potret bagaimana digitalisasi mulai mengubah cara UMKM berkembang. Kemudahan transaksi membuat pelaku usaha lebih mudah melayani pelanggan sekaligus memperluas pasar tanpa harus bergantung pada pembayaran tunai.

Regional CEO BRI Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, mengatakan transformasi digital kini menjadi salah satu penggerak utama layanan perbankan BRI. Hingga akhir 2025, BRImo telah digunakan sekitar 45,9 juta pengguna di seluruh Indonesia dengan total 5,6 miliar transaksi sepanjang tahun dan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp7.000 triliun. Sebanyak 99,1 persen transaksi BRI kini telah dilakukan melalui kanal digital.

Menurut Dian, BRImo tidak hanya memudahkan transfer dana dan pembayaran QRIS, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan transaksi harian mulai dari pembayaran tagihan, pembelian pulsa, top up dompet digital, tarik tunai tanpa kartu, hingga pembukaan rekening secara digital.

Lebih jauh, digitalisasi juga memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Melalui BRImo dan jaringan Agen BRILink, masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor cabang untuk melakukan berbagai transaksi perbankan.

Bagi pelaku UMKM seperti Nurmini, perubahan itu menghadirkan peluang baru. Pembayaran menjadi lebih cepat, pencatatan transaksi lebih rapi, dan akses terhadap layanan keuangan semakin terbuka.

Di sisi lain, BRI terus memperkuat keamanan transaksi digital melalui autentikasi berlapis, enkripsi data, pemantauan transaksi secara real time, hingga edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan OTP, PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun.

BRI juga secara aktif meningkatkan literasi digital melalui pendampingan di kantor cabang, edukasi oleh Agen BRILink, pelatihan bagi pelaku UMKM, serta pemanfaatan media digital agar masyarakat semakin percaya diri menggunakan layanan perbankan digital secara aman.

Di balik angka jutaan pengguna dan triliunan rupiah transaksi digital itu, terdapat ribuan kisah seperti yang dialami Nurmini. Kisah tentang seorang ibu yang memulai usaha dari dapur rumah, berkeliling mengikuti bazar, menerima pesanan dari telepon genggam, hingga mampu mengantarkan anak-anaknya mengejar cita-cita melalui pendidikan.

Bagi Nurmini, Azikra Food and Drink bukan sekadar usaha menjual makanan. Usaha itu adalah harapan yang terus ia racik setiap hari. Harapan yang tumbuh dari keberanian memulai di masa sulit, lalu perlahan berkembang menjadi masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.***

Infografis BRI