Rakyat45.com, Selatpanjang – Perpustakaan daerah menghadapi tantangan yang tak lagi sederhana: mempertahankan daya tarik membaca ketika informasi dapat diperoleh hanya melalui sentuhan layar. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti saat meninjau langsung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kamis (13/8/2026).
Inspeksi mendadak (sidak) tersebut diarahkan untuk melihat kondisi fasilitas dan sarana prasarana sekaligus mengevaluasi program kerja yang berkaitan dengan penguatan literasi masyarakat. Peninjauan menjadi bagian dari upaya memastikan layanan perpustakaan mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti Cun Cun, SE, MSi memimpin rombongan bersama anggota Pazrul Amraini, S.Pd., Darsini, SM., dan Nina Surya Fitri, SH., M.Kn. Mereka diterima Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Atan Ibrahim bersama Sekretaris Dinas Ahmad Safii serta jajaran pejabat struktural dan fungsional.
Bagi Komisi III, perpustakaan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pengembangannya tidak cukup hanya mengandalkan koleksi bacaan, tetapi juga membutuhkan pelayanan yang mampu membuat masyarakat merasa dekat dengan pengetahuan.
Cun Cun menegaskan perlunya sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk menghidupkan fungsi perpustakaan sebagai pusat edukasi sekaligus ruang pembelajaran masyarakat.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan jantung literasi daerah. Kami di Komisi III berkomitmen penuh untuk terus mendorong dan bersinergi bersama Dinas Perpustakaan agar fasilitas ini benar-benar hidup dan menjadi wadah utama dalam mencetak generasi Kepulauan Meranti yang cerdas dan berkualitas,” ujar Cun Cun di sela-sela peninjauan.
Sorotan kemudian mengarah pada minat baca pelajar dan generasi muda. Pazrul, Darsini, dan Nina menilai kebutuhan tersebut harus dijawab dengan pembaruan koleksi, ruang baca yang nyaman, serta layanan yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam perubahan tersebut. Layanan digital dan pengelolaan arsip secara elektronik dinilai dapat memperluas akses informasi sekaligus membuat perpustakaan lebih adaptif terhadap pola masyarakat dalam mencari pengetahuan.
“Kami sepakat untuk bersama-sama mengawal dan mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan ini. Dengan minat baca yang tinggi, kita sedang berinvestasi untuk masa depan sumber daya manusia (SDM) Kepulauan Meranti yang mampu bersaing dan berdaya saing tinggi,” ungkap perwakilan anggota Komisi III.
Diskusi bersama Atan Ibrahim dan Ahmad Safii selanjutnya menyoroti kebutuhan inovasi agar layanan perpustakaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Komisi III berharap pengembangan tersebut tidak berhenti pada pembenahan fasilitas, tetapi turut menghadirkan pendekatan baru yang mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan.
Harapan itu bermuara pada satu arah: menjadikan perpustakaan daerah sebagai ruang publik yang inklusif, edukatif, dan nyaman bagi berbagai kelompok masyarakat. Dengan fondasi layanan yang lebih modern, perpustakaan Kepulauan Meranti diharapkan tidak hanya mempertahankan budaya baca, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan era digital.**












